Jalan Rusak, Antrean Kendaraan Mengular
PERBAIKI JALAN: Warga bersama Satlantas Polres Kampar dan Polsek Tapung memperbaiki jalan rusak di jalan lintas Bangkinang-Petapahan pada Rabu (5/12/2018). (HENDRAWAN/RIAU POS).

Jalan Rusak, Antrean Kendaraan Mengular
Kamis, 06 Desember 2018 - 09:24 WIB > Dibaca 375 kali
 
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Kerusakan jalan di Kabupaten Kampar kembali terjadi disebabkan tersendatnya lalu lintas. Kali ini kerusakan jalan terjadi di jalan lintas Petapahan-Bangkinang yang menyebabkan macet parah sejak Rabu (5/12) pagi.

    Kerusakan jalan ini terjadi antara kilometer 32 dan 33 di Kecamatan Tapung. Satlantas Polres Kampar melaporkan, antrean kendaraan yang terjadi di jalan tersebut mencapai lebih dari empat kilometer. Kasat Lantas Polres Kampar AKP Fauzi menyebutkan, pihaknya bersama Polsek Tapung, hingga siang sedang berupaya mengurai kemacetan.

    ‘’Parahnya sejak pagi tadi, hingga saat ini bersama Polsek Tapung melakukan normalisasi jalur lalu lintas. Antrean ini cukup panjang karena untuk sementara waktu kami terpaksa memberlakukan sistem buka tutup. Karena memang kerusakan cukup parah, sulit dilalui bila tidak diperbaiki sementara waktu,’’ sebut Fauzi.

     Terkait antrean kendaraan yang mengular hingga empat kilometer tersebut, Fauzi menyebutkan belum ada pengalihan arus dilakukan. Namun, pihaknya memastikan hingga petang hari jalan tersebut sudah bisa dilalui secara normal.

‘’Karena tim juga membantu warga masyarakat sekitar untuk menimbun jalan yang yang berlubang agar jalan bisa dilewati dengan lancar kembali,’’ terangnya.

     Jalan Lintas Petapahan-Bangkinang merupakan jalan provinsi yang juga dilewati kendaraan berat. Baik barang maupun penumpang. Salah seorang sopir, Arif (31) menyebutkan, dirinya juga terkena dampak buka tutup jalan tersebut hingga harus rela mengantre lebih dari satu jam. Dirinya juga mengetahui, titik jalan itu sebelumnya memang sudah dalam kondisi cukup parah.

     ‘’Sudah seminggu terakhir ini ya, tepatnya sejak hujan lebat sering turun. Antreannya bisa berjam-jam. Memang kalau jalan Petapahan-Bangkinang Bangkinang itu kalau musim hujan, dekat-dekat akhir tahun pasti ada saja yang rusak. Sebelum lokasi kerusakan itu, masih banyak kerusakan-kerusakan yang lain. Lubang-lubang di jalan itu biasa itu. Apalagi hujan, tambah besar dia,’’ sebut Arif yang mengaku sudah bertahun-tahun bekerja sebagai sopir melintasi jalan tersebut.

     Sebagai sopir yang tinggal di Pekanbaru, Arif menyebutkan dirinya setidaknya dua kali dalam sehari melintasi titik rusak yang sama. Pagi saat pergi dan menjelang sore saat akan pulang. Namun bila biasa sampai Pekanbaru sore hari, bisa-bisa pada hari ini, malam hari baru bisa sampai rumah. Namun Kepolisian memastikan, setidaknya untuk petang kemarin jalan sudah normal untuk dilewati bila hujan tidak turun.(end)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |