Lebih Pilih Jualan di Halaman Pasar
Kamis, 06 Desember 2018 - 09:50 WIB > Dibaca 314 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Meskipun masih ada beberapa los kosong di dalam Pasar Higienis Madani, namun para pedagang lebih memilih berdagang di halaman pasar. Pasalnya, los yang tersisa tersebut terletak di bagian belakang.

Menurut seorang pedagang Sutini, ia lebih memilih berdagang di halaman pasar karena lebih mudah dijangkau pembeli. Meskipun tidak memakai meja dan atap saat berjualan, hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh pedagang bumbu dapur ini.

“Maunya saya dapat tempat di depan, tapi ini sudah penuh semua, tinggal yang di belakang. Kalau gitu lebih baik kami berjualan di halaman saja. Lebih mudah pembeli datang, dagangan juga cepat laku” katanya, kemarin.

Sementara itu, kondisi di luar pasar tepatnya di Jalan Teratai terpantau tidak ada lagi pedagang yang berjualan di badan jalan. Hanya saja masih ada pedagang yang berjualan di halaman ruko serta memanfaatkan trotoar jalan. Beberapa pedagang tersebut berjualan mulai dari ikan, sayur mayur hingga bumbu dapur.

Dengan kondisi tersebut, beberapa pembeli yang menggunakan sepeda motor masih terlihat berbelanja di pinggir jalan. Hal ini juga yang diduga membuat Pasar Higienis belum terlalu ramai didatangi pembeli.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait kembali. Apakah pedagang yang berjualan di depan ruko dan trotoar tersebut akan ditertibkan juga.

“Kalau menurut hemat saya, selain pemilik ruko tidak boleh ada yang berjualan di sana. Apalagi masih ada sewa menyewa lapak. Tentu hal ini akan kami rapatkan lagi dengan tim yustisi, karena jika dibiarkan terjadi perlakuan yang tidak adil,” jelasnya.

Sementara itu, terkait permintaan pedagang yang ingin pagar di depan Pasar Higienis dihancurkan. Pihak DPP mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) untuk penghapusan aset pagar tersebut.

“Sedang kami usulkan kepada BPKAD untuk bisa segera dibongkar saja, tapi kan perlu penghapusan aset, karena membangunnya waktu itu juga menggunakan anggaran,” sebutnya.(sol)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |