Kejar Target, Pekerja Flyover Harus Ditambah
FLYOVER: Kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melintas di samping pembangunan flyover Simpang SKA yang sedang tahap mulai pemasangan girder, Rabu (5/12/2018) malam.

Kejar Target, Pekerja Flyover Harus Ditambah
Kamis, 06 Desember 2018 - 09:30 WIB > Dibaca 449 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Pihak kontraktor pembangunan dua flyover di Pekanbaru diminta untuk menambah tenaga kerja. Ini perlu dilakukan agar pengerjaan flyover dapat rampung sesuai dengan kontrak sehingga awal tahun depan sudah bisa dilalui.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto sendiri masih optimis pembangunan dua flyover di Pekanbaru bisa sesuai kontrak. Meski banyak pihak yang mengkhawatirkan penyelesaian akan molor.

“Saya harus optimis. Kalau tahun ini tak selesai, maka masyarakat yang kasihan. Saya sendiri sering terjebak macet di sana (simpang SKA, red),” kata Dadang kepada Riau Pos, Rabu (5/12).Menurutnya, kalau jembatan layang itu tak tuntas sampai 31 Desember 2018, maka rekanan bisa kena penalti berupa denda sesuai dengan hukum kontrak. “Kalau tidak selesai, rekanan saya denda sesuai dengan hukum kontrak. Karena keterlambatan itu dendanya satu permil dari pekerjaan yang belum selesai,” tegasnya.

Meski begitu, kata Dadang, berdasarkan laporan pejabat pembuat komitmen (PPK), pembangunan dua flyover baik di Simpang SKA dan Pasar Pagi Arengka bisa diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak.


“Tapi kita lihat saja ke depan, karena kendala akhir-akhir ini cukup banyak. Seperti hujan. Tapi kendala itu sudah diperhitungkan. Belum lagi kendala teknis,” ujarnya.

Ditanya progres dua flyover, Dadang mengaku tak ingat betul berapa angka pastinya. Yang jelas sampai saat ini progresnya sudah di atas 85 persen lebih. “Progres sudah di atas 85 persen. Saya mohon maaf lupa angka pastinya. Tapi sekarang pekerjaan masih on schedule,” ujar Dadang.

Di samping itu, Dadang menyampaikan saat ini flyover dalam proses pengangkatan box girder. Di mana box girder sudah di tempat, tinggal proses pengangkatan. Selain pengangkatan girder, ada juga pekerjaan minor seperti pemlesteran jembatan.

Karena itu dia meminta rekanan untuk mengerjakan secepatnya, sehingga ketika box girder naik pemlesteran juga selesai. “Ini yang sering saya katakan kepada rekan-rekan di lapangan agar dikerjakan. Seharusnya mereka harus mengejar itu dengan menambahkan jumlah tenaga untuk plester,” sebutnya.

“Siapa orangnya yang mau terlambat? Karena mereka juga akan kena denda nanti. Mudahan-mudahan dengan kami cerewet mereka (kontraktor, red) lebih termotivasi mengejar target,” kata Dadang.(dal)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |