Komite Sekolah Jangan Kerja Sendiri
ZIARAH: Pihak keluarga melakukan ziarah ke makam Yanitra Octavizoli di Makam Pahlawan Kerja, Kamis (15/11/2018). Yanitra meninggal tertimpa pagar tembok SDN 141 Pekanbaru yang roboh, sehari sebelumnya. (SAKIMAN/RIAU POS).

Komite Sekolah Jangan Kerja Sendiri
Jumat, 16 November 2018 - 14:00 WIB > Dibaca 406 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus MT mengingatkan komite sekolah. Jika ingin merehab suatu bangunan sekolah jangan mengerjakannya sendiri. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian robohnya pagar tembok yang memakan korban jiwa di SDN 141 Pekanbaru, Rabu (14/11) lalu tidak terulang lagi.

“Jangan kerja sendiri. Lakukan koordinasi dengan dinas teknis seperti PUPR,” katanya.
Dijelaskan Firdaus, kondisi tanah Pekanbaru banyak lahan gambut. Karena itu, jika dibuat bangunan yang konstruksinya tidak sesuai dengan kondisi tanahnya, maka bangunan yang dibuat tidak akan tahan. Sehingga bisa menimbulkan musibah.

“Sekali lagi saya ingatkan, kepala sekolah dan guru diharapkan agar dapat memperhatikan kondisi sekolahnya. Terutama terhadap kemungkinan terjadinya musibah-musibah,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal juga juga mengingatkan kepala sekolah agar setiap hari sebelum proses belajar mengajar bisa mengecek kondisi sekolahnya terlebih dahulu.

“Lihat situasi ada yang membahayakan atau tidak. Kalau ada yang membahayakan, segera laporkan ke saya,” sebutnya.

Ia juga sudah melihat fisik bangunan pagar beton tersebut. Sebagian tanah di bawah bangunan pagar yang roboh terlihat terkikis oleh air. Bangunan pagar itu juga berdekatan dengan parit. Berdasarkan pengamatan Abdul Jamal bukan karena gagal konstruksi.

“Intinya masyarakat dan komite boleh membangun. Namun seharusnya jika ada masyarakat atau pihak perusahaan yang akan rehab pagar atau sekolah atau bangunan lain dan memberikan bantuan di sekolah, koordinasi dulu dengan kami. Diskusikan seperti apa bangunannya. Ke depannya kami perketat. Kami juga mengimbau asal ada pembangunan apapun di sekolah diskusikan dengan kami. Sehingga kami juga bisa ikut memantau,” tambahnya.

Disdik juga telah menginstruksikan pihak sekolah agar membongkar bangunan yang dinilai membahayakan. “Saya juga terus memantau sekolah. Bangunan mana saja yang membahayakan kami minta supaya dibongkar saja,” ucapnya.(sol/ilo)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |