Banyak Keluarga Ingin Lihat Kondisi Korban Lion Air JT 610
Kamis, 08 November 2018 - 12:39 WIB > Dibaca 264 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kondisi korban jatuhnya Lion Air JT 610 membuat keluarga ingin mengetahuinya. Banyak keluarga yang ingin melihat secara langsung kondisi korban. Namun, belum tentu semua dapat melihat secara langsung.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Pusdokkes Polri Kombespol Edi Purnomo menuturkan, hingga saat ini telah ada 44 keluarga yang mengambil dokumen kematian. Tujuh keluarga korban lain mengambil malam ini (7/11). ”Ini masih menunggu,” jelasnya.

Dalam pengurusan dokumen kematian, dia menuturkan bahwa tim DVI menyerahkan dokumen ke Lion Air dan pihak maskapai yang kemudian menyerahkannya ke keluarga. ”Yang hubungan langsung ya maskapai,” jelasnya.

Namun, ada beberapa keluarga yang kemudian menginginkan melihat secara langsung kondisi korban. Dia menuturkan, biasanya akan diperlihatkan foto kondisi korban terlebih dahulu. ”Kalau dirasa cukup ya lihat foto aja,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat melihat kondisi jenazah tentu banyak keluarga yang merasa sedih. ”Tapi, ada tim psikolog yang membantu mereka,” terangnya ditemui di ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara R Said Sukanto kemarin malam.

Sementara tim DVI kembali mengidentifikasi tujuh korban penumpang Lion Air JT 610. Yakni, Kasan (63),  Eling Sutikno (59), Sahabudin (40), AKBP Sekar Maulana (45), Rio Nanda Pratama (26), Radhika Wijaya (4), dan Rafezha Widjaya (1,9).

Kepala Operasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombespol Lisda Cancer menuturkan bahwa dari tujuh korban yang teridentifikasi hari ini, lima di antaranya teridentifikasi dengan metode sidik jari dan dua diantaranya dari tes DNA. ”Untuk yang tes DNA Radhika dan Rafezha,” ujarnya.

Kedua balita itu merupakan kakak beradik yang menjadi penumpang Lion Air JT 610. Menurutnya, kedua orang tuanya telah teridentifikasi pada hari sebelumnya. ”Satu keluarga selesai,” paparnya.

Dalam manifest diketahui ada dua balita dan satu anak, apakah dengan begitu otomatis satu anak atau bayi teridentifikasi? Dia menuturkan kinerja DVI bukan berdasar dari manifest penumpang. Namun, dengan identifikasi ilmiah, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. ”Tunggu hasil lagi ya,” paparnya.

Hingga saat ini telah ada 51 orang penumpang Lion Air JT 610 yang teridentifikasi. 40 di antaranya merupakan lelaki dan 11 sisianya perempuan. Dengan begitu masih ada 138 korban yang belum teridentifikasi.(idr/lyn/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |