Warga Pelosok Keluhkan Kerusakan Jalan Alternatif
Kamis, 08 November 2018 - 15:00 WIB > Dibaca 247 kali
 
DURI (RIAUPOS.CO) - Warga Dusun Makmur, Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau mengeluh. Pasalnya, jalan alternatif dari dan menuju desa mereka sangat jelek. Terutama sekali saat musim penghujan.


"Kondisi Jalan Wonosobo yang menghubungkan Desa Harapan Baru dengan Kota Duri makin lama makin parah saja. Saat kemarau jalan alternatif ini rusak dan berdebu. Kalau hujan, kendaraan dipastikan sangat sulit untuk lewat. Sebab kondisi jalannya parah. Selain rusak, juga bergelimang lumpur," ujar warga setempat Legiman Rais kepada Riau Pos, Selasa (6/11).


Diakuinya, kalau hujan turun, biasanya ia tidak bisa pulang ke Dusun Makmur, Desa Harapan Baru dan terpaksa menginap di Duri. Pasalnya, jalan alternatif itu sangat sulit dilintasi. Jangankan dengan mobil, sepeda motor pun sulit untuk melintas.
"Kami berharap, kondisi jalan alternatif ini mendapat perhatian dari pemerintah, juga dari PT Chevron. Soalnya, jalan ini kan masih dalam wilayah konsesi perusahaan migas tersebut," kata Legiman.


Perbaikan jalan ini, tambahnya, dinilai sangat mendesak. Sebab banyak anak sekolah maupun guru yang melintasi jalan tersebut setiap hari. "Banyak juga anak-anak dari Desa Harapan Baru yang sekolah di Duri. Mereka lewat di Jalan Wonosobo. Kalau hujan dan jalan berlumpur, alamat anak-anak kita itu sangat sulit lewat. Begitu juga guru-guru dari Duri yang mengajar di Harapan Baru," tambahnya.


Masih menurut Legiman, kerusakan jalan ini makin ditambah pula oleh adanya proyek penanaman pipa gas dari Dumai menuju Duri belum lama ini. Apalagi pipanya ditanam di badan jalan. Tanah galiannya sebagian mengganggu lalu-lalang warga yang lewat.
Harapan masyarakat akan peningkatan kondisi jalan tersebut sebetulnya sudah sangat lama disampaikan. Baik ke PT Chevron maupun kepada pemerintah setempat. Namun hingga kini tak kunjung ada kepastian

.
Menurut catatan Riau Pos, beberapa tahun lalu pernah terbetik rencana dari PT Chevron untuk mengaspal jalan itu. Namun tak pernah terwujud. Diduga karena jalur tersebut tidak terlalu mendesak untuk diperbaiki untuk kepentingan operasional perusahaan.


Sebaliknya, pemerintah daerah pun tidak bisa pula memperbaiki jalan itu karena terkendala status lahan yang masih dikelola PT CPI. Akhirnya, masyarakat juga yang merana. Meski jalan itu berdampingan dengan ladang minyak Duri yang merupakan penyumbang devisa negara, ternyata warga setempat belum bisa menikmati jalur perhubungan yang bagus, aman dan nyaman untuk dilewati.(sda

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |