Grab-Kemenpar Bersinergi Tarik Wisatawan Mancanegara
Senin, 29 Oktober 2018 - 11:58 WIB >
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menggencarkan promosi wisata, Kementerian Pariwisata menggandeng Grab Indonesia meluncurkan kampanye ’’Jelajah Indonesia Lebih Dekat’’. Pemerintah berharap, dengan basis 125 juta pengguna yang tersebar di delapan negara Asia Tenggara, Grab bisa turut mendorong mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

”Kami berharap kolaborasi ini dapat mewujudkan target pemerintah untuk mendatangkan 17 juta wisman pada 2018 dan 20 juta wisman pada 2019,’’ ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

 Menurut catatan Kemenpar, hingga Agustus 2018, jumlah wisman sudah mencapai 10,58 juta. Jumlah kunjungan tersebut juga membidik sumbangan devisa 17 miliar dolar AS tahun ini dan 20 miliar dolar AS pada 2019.

Arief menambahkan, selain bisa membantu pergerakan pariwisata di Indonesia, kerja sama tersebut mampu memperluas dan memperbesar bisnis platform Grab. ”Pasar domestik kita sangat besar, ada 275 juta wisatawan Nusantara yang bisa diakomodasi bisnis ini,” urainya.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyatakan, Grab siap membantu pemerintah mencapai target yang ditetapkan tahun ini dan tahun depan. Untuk mencapai target tersebut, Grab bersama Kemenpar meluncurkan Sewa GrabCar yang merupakan layanan on demand transportasi dengan jam dan harga yang fleksibel.

Layanan tersebut merupakan demand yang ditangkap pemerintah bahwa turis biasanya lebih gemar menyewa kendaraan saat liburan ketimbang memakai layanan transportasi lainnya. ’’Ini elemen penting untuk pariwisata, sehingga turis bisa mendapat kepastian harga dan jam untuk sewa melalui platform Grab,’’ jelas Ridzki.

Selain itu, Grab Indonesia turut bekerja sama dengan beberapa mitra pariwisata Kemenpar. Di antaranya, Jatim Park, Istana Maimun, Taman Wisata Candi di Prambanan dan Borobudur, serta Garuda Wisnu Kencana di Bali.

 Selain itu, Grab kini resmi hadir dan beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Bandara Internasional Husein Sastranegara, dan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kerja sama antara Grab dan Kemenpar tidak hanya meningkatkan prestasi pariwisata nasional, tetapi juga berpengaruh bagi brand value Indonesia.

 Arief menyebutkan, bahwa program pariwisata Indonesia telah menyumbang pertumbuhan brand nasional dengan dipilihnya ”Wonderful Indonesia” sebagai brand dengan nilai terbesar di ASEAN. Nilainya sekitar 1 triliun dolar AS.

 ”Di antara trade, tourism, dan investment, pariwisatalah yang menyumbang paling besar untuk brand nasional kita,” jelasnya.(agf/c17/oki/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |