Pertamina Siagakan TBBM di Labuan Bajo
Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:32 WIB > Dibaca 361 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO)- PT Pertamina (Persero) mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di lokasi wisata Labuan Bajo selama pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank 2018. Sejumlah sarana dan fasilitas seperti  3 Terminal BBM, 1 DPPU, 7 SPBU, dan akan standby kapal tanker elpiji (floating) di depot Elpiji Manggis untuk melayani kebutuhan energi menyambut pertemuan tahunan berskala internasional tersebut.

Unit Manager Communication dan CSR Marketing Operation Region V Surabaya, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, TBBM yang disiagakan oleh Pertamina untuk melayani keperluan BBM selama kegiatan IMF dan World Bank di Labuan Bajo adalah TBBM yang ada di wilayah NTT, yakni TBBM Reo, TBBM Maumare, dan TBBM Ende. Satu DPPU yakni DPPU Labuan Bajo.

“SPBU sepanjang lokasi wisata tidak saja menyediakan stok BBM cukup, melainkan juga ikut memeriahkan kegiatan tersebut dengan umbul-umbul, spanduk dan posko layanan khusus,” ujar Rifky dalam keterangan persnya Selasa (9/10) kemarin.

Ia menambahkan, pihaknya memperkirakan keperluan BBM untuk semua moda transportasi di Labuan Bajo dan sekitarnya meningkat. Sebagai penghormatan kepada tamu negara, SPBU juga bersolek dan tersedia layanan posko pada beberapa titik SPBU.

Selain itu fasilitas tambahan juga telah disiagakan jika terjadi lonjakan konsumsi BBM selama kegiatan berlangsung. Di beberapa SPBU akan disiagakan Mobile Dispenser untuk memperkuat pasokan, khususnya pada SPBU dengan ketahanan stok rendah.

“Sementara di TBBM telah disiagakan sejumlah armada tambahan, yakni 5 Mobil Tanki berkapasitas 16 ribu liter di TBBM Reo, 3 Mobil Tanki di TBBM Maumere, 2 Mobil Tanki Pertamax Turbo di Labuan Bajo, dan 2 Mobil Tanki Pertamina Dex di Labuan Bajo,” jelas Rifky.

Untuk kesiapan pasokan, pihaknya kata dia meyakini kapasitas 3 TBBM akan mampu mencukupi keperluan BBM selama kegiatan berlangsung. Dengan estimasi kedatangan 5.000 tamu yang akan berkunjung diperkirakan keperluan BBM selama 4 hari sebanyak 75 ribu liter atau ada penambahan sebanyak 18,75 ribu liter per hari dari kebutuhan normal. “Armada tambahan ini siaga 24 jam dan akan dioperasikan setiap saat jika diperlukan,” tegas Rifky.

Adapun di DPPU Komodo, Labuan Bajo. Sarana dan prasarana tambahan itu berupa 4 Tanki Avtur berkapasitas 23 ribu liter dan 1 unit modul pompa transfer serta 7 unit bridger berdaya tampung 16 ribu liter, 2 refueler berkapasitas 12 ribu liter.

“Untuk mengoperasikannya kita juga menambah 4 orang operator tersertifikasi atau Certified Refueling Operator,“ terang Rifky.(dai/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |