Menyadap Karet, Pasutri Diserang Beruang
DISERANG BERUANG: Abu Hanifah, korban penyerangan oleh beruang mengalami luka di bagian wajah, saat ini terbaring di RSUD Teluk Kuantan, Rabu (10/10/2018).

Menyadap Karet, Pasutri Diserang Beruang
Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:30 WIB > Dibaca 512 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sepasang suami istri, Hanifah dan Sulastri warga Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir diserang beruang saat menyadap karet di kebun miliknya, Rabu (10/10) pagi. Akibatnya, kedua pasangan suami isteri ini mengalami luka cukup serius.


 Menurut salah seorang keponakan korban, Amri (37),  pasangan suami istri tersebut bekerja sebagai penyadap karet. Jarak kebun karet dari rumah korban sekitar 3 kilometer.


“Tidak ada orang yang melihat kejadian tersebut. Hanya pasangan suami istri itu saja yang berada di kebun itu. Saya hanya mendengar suara minta tolong dari jauh. Makanya saya berlari ke arah datangnya suara. Sesampai di situ, saya mendapati keduanya tergeletak bersimbah darah. Sedangkan beruangnya sudah pergi,” ujar Amri.


 Tidak berapa lama setelah suara minta tolong itu, lanjut Amri, warga lainnya mulai berdatangan memberi pertolongan. Pasangan suami istri tersebut langsung dilarikan masyarakat ke Puskesmas Kuantan Hilir untuk mendapatkan perawatan.


“Suaminya mengalami luka robek di bagian wajah. Sedangkan istrinya luka di bagian paha. Namun, karena suaminya mengalami luka yang serius, makanya dirawat di RSUD Teluk Kuantan,” kata Amri.


Amri melanjutkan, saat kejadian, suami korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan cara memanjat. Namun, beruang tersebut tetap menyerang. “Bahkan, istri korban mencoba membantu, tapi tidak berhasil, karena beruang tersebut juga menyerang istrinya,” kata Amri.
 

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Riau Hutomo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya dua warga yang diserang beruang. “Iya, informasinya ada dua warga diserang beruang,” ujar Hutomo, Rabu (10/10) siang.
  

Atas infomasi tersebut lanjut dia, pihaknya telah mengerahkan tim untuk turun ke lapangan melacak keberadaan hewan buas itu. Selain itu, melakukan pengecekan terhadap kondisi dua korban yang tengah menerima perawatan medis di rumah sakit.
 

Berdasarkan keterangan warga, ditambahkan Hutomo, lokasi konflik manusia dengan hewan tersebut berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat desa. Mengenai perkembangan selanjutnya kata dia, pihaknya akan menyampaikan secara detail setelah penelusuran selesai. “Kita masih menelusurinya, nanti disampaikan hasilnya,” pungkas Hutomo.(mng)


(Laporan RIRI RADAM KURNIA, MARDIAS CHAN, Pekanbaru)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |