Cinta Ditolak,  Emak Bertindak

Alamaaak!
Cinta Ditolak, Emak Bertindak
Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:54 WIB > Dibaca 533 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Amel (bukan nama sebenarnya) adalah wanita berparas cantik dan banyak dikagumi kaum pria. Tapi, ia tetap baik hati dan tidak sombong.

Pernah ada seorang pria yang menyukainya. Namanya Putra. Sebenarnya Amel tidak memiliki perasaan yang sama. Namun ia tetap menghargai perjuangan Putra. Amel menganggap Putra tidak lebih dari sekadar teman. Putra ternyata cowok yang gigih. Setiap ada kesempatan, ia mengajak Amel pergi jalan-jalan. Plus mentraktir Amel makan. Amel tak bisa menolak. Karena setiap kali ia menolak, Putra akan langsung marah.

Seiring berjalannya waktu, Putra merasa Amel bisa menerima perasaan cintanya.

 Ini terlihat dari sikap Amel yang tak pernah menolak ketika diajak jalan dan makan bersama.

Hingga saatnya Putra kembali menyatakan cintanya. Tapi jawaban Amel sungguh mengejutkan. Amel menolak cintanya.

“Aku tidak terima jawabanmu ini, Mel. Selama ini kita selalu bersama. Aku pun sudah yakin kita berjodoh. Aku sangat mencintaimu, Mel,” kata Putra sambil memohon.

Namun Amel tetap pada jawabannya. Ia tak bisa membohongi perasaaannya sendiri. Ia tidak cinta Putra.

Mengetahui cintanya ditolak, Putra patah hati. Ia selalu bersedih hati. Mengurung diri di kamar. Tidak mau makan. Hingga akhirnya ibu Putra menjadi khawatir. Alamaak!

Sang ibu pun mengambil langkah. Ia mendatangi Amel. Ia membuju Amel agar mau menerima Putra.

“Amel,  tolonglah terima anak ibu. Dia sekarang hanya berdiam di kamar. Makan pun ia tidak mau. Tolong ibu, Mel. Apapun yang Amel mau, ibu turuti. Kalau perlu kalian langsung saja tunangan,” ucap ibu Putra membujuk Amel.

Melihat raut wajah sedih ibu Putra,  Amel akhirnya bersedia membujuk Putra. Tapi ia tetap tidak bisa menerima cinta Putra.

Saat tiba di rumah Putra, Amel pun membujuk agar Putra keluar dan mau makan.

“Putra, keluarlah. Kalau memang kita berjodoh, tak perlu kamu pusingkan. Nanti pasti kita akan bersama. Tapi saat ini hatiku memang tak bisa bersama kamu,” kata Amel dari balik pintu kamar Putra.

Begitu mendengar suara Amel, Putra langsung membuka pintu. Ia pun berlutut di depan Amel.

Putra kembali memohon agar Amel mau menerima cintanya.

Tapi Amel tetap menolak. Amel kemudian meminta bantuan Ibu Putra agar menyadarkan sang anak bahwa cinta tak bisa dipaksakan.

Tapi ternyata, sang ibu malah ikut membujuk Amel agar menerima cinta Putra.

Amel jadi sedikit kesal. Hingga ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Putra.(cr2)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |