BUMN Harus Libatkan Kalangan Milenial
Senin, 08 Oktober 2018 - 09:58 WIB > Dibaca 405 kali
 
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Badan usaha milik negara (BUMN) didorong terus mengoptimalkan keterlibatan generasi  milenial agar mampu menjaga eksistensinya dalam  jangka panjang. Menteri BUMN Rini M Soemarno  menyatakan bahwa keterlibatan kalangan milenial  merupakan sebuah keharusan. Bukan hanya untuk  mewujudkan kesinambungan perusahaan pada masa  depan, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing,  baik di dalam maupun luar negeri.

’’Generasi milenial harus benar-benar disiapkan untuk  menjadi pemimpin BUMN pada masa depan. Selain  itu, saya sangat berharap anak muda Indonesia dapat  aktif memberikan masukan yang kreatif dan inovatif  kepada BUMN sehingga perusahaan bisa tetap  bertahan hingga 100 tahun mendatang,’’ ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, saat ini Indonesia berada di tengah arus  perkembangan teknologi yang tidak pernah berhenti.  Karena itulah, kondisi cepat berubah. Nah, di situlah  generasi milenial berperan melahirkan berbagai  inovasi baru guna membantu perusahaan beradaptasi  dengan perkembangan zaman. 

’’Pimpinan maupun  direksi BUMN saat ini yang masuk kategori  pascamilenial harus selalu diingatkan anak muda agar  tidak salah memanfaatkan teknologi. Tapi, saya harap  para direksi BUMN sekarang bisa terus semangat  mengikuti perkembangan zaman,’’ tutur Rini.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad  Siddik Badruddin menuturkan, melalui IBD Expo ini,  pihaknya bisa memberikan gambaran tentang  kontribusi, prestasi, dan bisnis BUMN kepada  masyarakat luas, termasuk kaum milenial. ’’BUMN  harus dijaga untuk generasi berikutnya karena  generasi milenial memegang peranan penting dalam  pembangunan ekonomi Indonesia,’’ jelasnya.

Ahmad memaparkan, di dalam Bank Mandiri, 60–70  persen karyawan berasal dari milenial. ’’Kami harap,  ke depannya, generasi milenial ini bisa membuat  perusahaan BUMN menjadi perusahaan terbaik untuk  menimba karir sehingga bisa berkontribusi  membangun negeri,’’ katanya.

Terkait dengan kinerja bisnis perusahaan, saat ini  pihaknya berfokus menggenjot kredit sektor  infrastruktur. Hingga sekarang, Bank Mandiri telah  menyalurkan Rp165 triliun untuk pembiayaan  infrastruktur. Misalnya, jalan tol, transportasi,  pembangkit tenaga listrik, pelabuhan udara dan laut,  hingga konstruksi. ’’Kontribusi paling besar didapat  dari segmen transportasi seperti pembangunan LRT di  Jakarta. Hingga akhir tahun ini, pertumbuhan kredit  kami targetkan 11–13 persen,’’ paparnya.(car/c14/oki/das)



(Laporan JPG, Surabaya)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |