Medan Dikepung Banjir
banjir: Sejumlah kawasan di Kota Medan terendam banjir, Ahad (16/9/2018). Tampak BPBD Kota Medan melakukan evakuasi.

Medan Dikepung Banjir
Senin, 17 September 2018 - 13:35 WIB > Dibaca 534 kali
 
MEDAN (RIAUPOS.CO) - Hujan semalam suntuk sejak Sabtu (15/9) hingga Ahad (16/9) pagi membuat beberapa kawasan di Kota Medan terendam banjir. Belum ada data kongkret terkait berapa pemukiman penduduk yang terendam. Namun diperkirakan jumlahnya ratusan.

Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sudah melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi sejak Ahad (16/9) malam. Yang menjadi fokus Pemko Medan adalah soal drainase dan lubang inlet. Apabila lubang inlet tidak tersumbat dan drainase berfungsi, Dzulmi optimis genangan air maupun banjir dapat diminimalisir. 

Dia sudah meminta Dinas PU, dan seluruh camat untuk mengerahkan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) ikut membantu mengatasi lubang inlet yang tersumbat dan melakukan normalisasi drainase di wilayahnya. Terutama kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air maupun banjir.

“Kami terus melakukan perbaikan drainase, berhubung perbaikan yang dilakukan belum sepenuhnya selesai sehingga hasilnya belum dirasakan masyarakat. Oleh karenanya atas nama pribadi dan Pemko Medan, saya minta maaf,” kata Dzulmi, Ahad (16/9).

Hingga saat ini, banjir masih merendam beberapa lokasi. Belum ada laporan korban jiwa dari banjir tersebut. Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, air berasal dari luapan Sungai Babura dan Sungai Deli.

Informasi terakhir banjir merendam Komplek Pamen, Gang Napindo Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan dengan ketinggian air mencapai 180 cm. Ada sekitar 30 kepala keluarga yang menjadi korban.

“Mereka sudah mengungsi ke posko Keltana. Untuk Padang Bulan, data kami ada 100 orang. Personel BPBD masih bertahan di sana,” kata Manajer Pusdalops BPBD Kota Medan M Yunus kepada wartawan di Medan.

Banjir juga melanda kawasan lain. Antara lain, Jalan Suadara, Kelurahan Beringin, Kecamtan Medan Selayang, Jalan Luku, Gang Bersama, Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor. “Di Jalan Luku warga mengungsi di Masjid sekitar,” ujarnya.

Selanjutnya, banjir juga merendam kawasan, Jalan Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Ketinggian air mencapai 170 cm. Sementara itu, di Lingkungan VIII & IX, Gang Bidan dan Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun ketinggian air 180 cm. Banjir juga merendam Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang,Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru, sebagian jalanan di Kampus USU. “Persiapan perlengkapan logistik dasar yang diperlukan masyarakat masih bertahan di titik wilayah terdampak banjir menunggu instruksi lanjutan. Apakah ada kenaikan debit air atau menurun,” ujar Yunus.(pra/das)


(Laporan JPG, Medan)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |