Kecewa dengan Kinerja Wakil Rakyat
Jumat, 14 September 2018 - 12:21 WIB > Dibaca 349 kali
 
DURI (RIAUPOS.CO) - Pemuka masyarakat di Duri H Selamat Simamora mengaku kecewa melihat kinerja 26 anggota DPRD Bengkalis Dapil Bengkalis 3, 4, dan 5 (Mandau dan Pinggir) dalam rentang waktu empat hingga lima tahun terakhir ini.

Meski tidak memakai indikator baku, menurut Simamora kepada Riau Pos, Kamis (13/9), rapor ke-26 anggota dewan dari Kecamatan Mandau dan Pinggir tersebut penuh dengan angka merah.

“Menurut saya, kinerja mereka tidak nampak nyata. Rakyat mungkin banyak yang sepenilaian dengan saya. Melihat kenyataan yang ada, saya pribadi sangat kecewa. Karena itu, untuk Pileg 2019, saya akan kumandangkan tagar 2019 ganti wakil rakyat,” tegasnya.

Dalam tilikan anggota dewan syura salah satu Ormas Islam di Riau ini, ketiga fungsi dewan (budgeting, legislasi, dan pengawasan) tidak berjalan sesuai harapan rakyat banyak. Akibatnya, rakyat daerah ini sebagai pemegang kedaulatan tidak merasakan dampak signifikan dari keterwakilan mereka di lembaga DPRD Bengkalis.

“Lemahnya kinerja 26 anggota dewan yang kita beri amanah sejak Pileg 2014 itu dapat dilihat dari fungsi legislasi yang mereka emban. Produk perda yang mereka lahirkan boleh dikata sangat minim. Itupun belum tentu menyentuh hajat hidup dan keperluan kekinian rakyat yang mereka wakili,” imbuh Simamora.

Ia juga mengaku kecewa melihat kurang peka dan tidak agresifnya ke-26 wakil rakyat dari Mandau dan Pinggir itu. Simamora mencontohkan kondisi pasar tradisional modern di simpang Jalan Sultan Syarif Kasim, Duri yang hingga kini terbiar mubazir.

“Saya dulu termasuk yang getol memperjuangkan agar pasar itu ada. Namun setelah dibangun dengan menghabiskan dana APBD miliaran rupiah, hingga kini tidak pernah difungsikan sesuai tujuan semula. Pasar itu baru dipakai untuk acara pasar malam saja. Atau untuk kegiatan lain oleh masyarakat dan instansi pemerintahan. Belum pernah untuk kegiatan jual beli. Padahal pasar ini sangat diperlukan masyarakat sekitar,” paparnya.

Meski pasar tradisional modern itu sudah mubazir sekian lama, menurut Simamora, tidak ada sama sekali perhatian dari 26 anggota dewan yang ia kritik. Salah satu indikasinya adalah mereka tidak pernah proaktif ikut memperjuangkan agar pasar itu berfungsi sebagaimana mestinya.

“Meski tidak berfungsinya pasar itu bukan hanya kesalahan anggota dewan, tapi dosa pemerintah daerah, anggota dewan dari dapil setempat tidak bisa pula cuci tangan. Kalau mereka mau dan peduli, kan bisa saja mereka menggelar hearing. Langkah itu pun tidak pula terdengar,” tuturnya lagi.

Di luar itu semua, Simamora pun mengaku tidak melihat sikap proaktif dari anggota dewan terkait jalan lingkar Barat Duri yang masih terbengkalai. Menurutnya, jalan itu sangat diperlukan guna mengurangi kepadatan arus lalu lintas melewati Kota Duri.

“Wakil rakyat kita sebetulnya punya tugas mendesak dan atau membantu pemerintah agar jalan yang menjadi hajat hidup orang banyak itu bisa dituntaskan secepatnya. Itu pun tak tampak dilakukan. Makanya, tagar 2019 ganti wakil rakyat harus digemakan. Pasalnya, mereka saya nilai telah gagal mengemban amanah rakyat. Dalam Pileg 2019, pemilih harus cerdas’,” pungkasnya.(sda)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |