Strategi Gubri Wujudkan Riau Provinsi Layak Anak
MOTIVASI: Gubri H Arsyadjuliandi Rachman memotivasi anak-anak dalam salah satu kegiatan lomba pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Kamis (30/8/2018). (HUMASPROV FOR RIAU POS)

Strategi Gubri Wujudkan Riau Provinsi Layak Anak
Jumat, 31 Agustus 2018 - 15:34 WIB > Dibaca 446 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Periode kepemimpinan Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman konsisten menyiapkan Riau sebagai daerah layak anak. Predikat provinsi penggerak kabupaten/kota layak anak 

telah dikantongi. Berbagai program kegiatan dan pembangunan nyata sebagai strategis guna mewujudkan hal tersebut juga dilakukan. Karena dia sadar, anak-anak Riau adalah aset, sumber daya manusia (SDM) yang harus mampu bersaing di level nasional dan kancah global ke depan.

Strategi seperti apa yang dilakukannya? Riau Pos berkesempatan berbincang perihal langkah nyata yang sudah dilakukan pria yang akrab disapa Andi Rachman itu di kediamannya, Kamis (30/8). Yakni usai puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 yang dipusatkan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. 

Gubri mengawali cerita di mana tahun 2017, peringatan HAN tingkat nasional digelar di Pekanbaru. Dihadiri langsung Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Pelaksanaan tahun ini secara nasional digelar di Surabaya. Ia mengenang, pascakegiatan tersebut sudah banyak peningkatan yang dilakukan Riau dalam menyiapkan diri sebagai provinsi layak anak. 

“Sampai mendapatkan apresiasi baik pemerintah kabupaten/kota termasuk Forum Anak Riau juga diakui secara nasional,” ujar Gubri.

Peningkatan dimaksudnya, di mana Riau mendapat predikat sebagai provinsi penggerak kabupaten/kota layak anak. 

“Baru sampai penggerak, itu belum menjadi provinsi layak anak karena ada 4 kabupaten yang belum dapatkan predikat daerah layak anak,” tegasnya.

Hal ini menurutnya harus jadi atensi pemerintah ke depan. Di mana dengan sudah ada 8 kabupaten/kota layak anak, melalui momentum adanya hari anak ini, diharapkannya memberikan motivasi kepada empat kabupaten lainnya yang belum memperoleh predikat kota layak anak. 

“Harus jadi momentum pembenahan bagi daerah yang belum memperoleh predikat layak anak. Intinya perlu diingat, anak-anak adalah aset, SDM yang harus kita fasilitasi menuju manusia-manusia andal dan berdaya saing. Tentu ini untuk Riau ke depan,” katanya.

Puncak peringatan HAN tingkat Provinsi Riau tahun ini kembali digelar di Komplek Gedung Daerah Riau. Tempat di mana setahun lalu puluhan ribu anak Riau berkumpul bersama presiden dan istri. Gubernur pun kemarin didampingi istri Hj Sisilita Arsyadjuliandi turut membawa serta sang cucu. Juga hadir Wagubri H Wan Thamrin Hasyim dan jajaran pejabat Pemprov Riau. 

Lebih lanjut dijelaskan Gubri mengenai program kegiatan bagi anak-anak Riau. Di mana sejak 2012 silam Forum Anak Riau telah menjadi langganan kepengurusan Forum Anak Nasional. Bahkan sekarang diketuai oleh anak Riau. Juga terjadinya peningkatan penghargaan dengan adanya anak Riau yang menyabet juara nasional dari forum anak ini.

“Juara II forum anak kecamatan yang mendapat juara nasional. Seperti Forum Anak Kecamatan Pinggir dan Merbau di Meranti,” bangganya.

Masih dijelaskan kakek dua cucu ini, orum anak Riau juga telah mendapatkan predikat inovasi dalam melakukan Program Forum Anak. Menurutnya hal ini sebagai usaha positif melalui dinas terkait dengan tujuan agar forum anak ini mempunyai wawasan lebih agar Riau lebih peduli pada anak-anak ke depan. 

“Sebagian besar itu sudah dilakukan. Pada pelayanan publik juga terus kita dorong agar lebih ramah dan layak anak. Bukan saja di Pekanbaru tapi harus tercipta pada seluruh kabupaten/kota,” beber Gubri .

berikut mengajak komitmen bupati/wali kota se-Riau.

Pemprov sendiri jelasnya sudah memulai dengan menyiapkan fasilitas anak pada pelayanan publik. Misalnya di RSUD Arifin Achmad, sudah ada tempat sarana anak bermain waktu orang tuanya melakukan check up. Begitu pula dengan menyiapkan beberapa ruang terbuka hijau (RTH) sebagai fasilitas publik yang ramah anak.

“Artinya perhatian pemerintah sudah ada. Karena sudah dimulai, jadi tentu harus ditingkatkan,” sambungnya.

Gubri dalam momentum HAN 2018 ini berharap sosialisasi bagaimana meningkatkan bahwa Riau menjadi provinsi dengan kota/kabupaten layak anak perlu terus didorong. Ia juga mengimbau secara pelan namun pasti seperti iklan bahaya narkoba harus terus ditingkatkan. 

“Hal-hal yang merugikan masyarakat dan anak-anak harus terus kita tekan dan kurangi, itu langkah program ke depan yang hendaknya dilanjutkan,” harapnya mengakhiri perbincangan.(egp/adv)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |