Jalan Lintas Bantan Tengah - Muntai Makan Korban

Kemane Nak Mengadu
Jalan Lintas Bantan Tengah - Muntai Makan Korban
Jumat, 10 Agustus 2018 - 12:55 WIB > Dibaca 374 kali
 
TELUKPAPAL (RIAUPOS.CO) - Jalan lintas Bantan Tengah-Muntai rusak berat bahkan sudah makan korban. Jalan yang sebelumnya dianggarkan dalam APBD ratusan miliar itu hingga sekarang tak juga terlaksana.

Akibat rusaknya jalan tersebut sudah dua warga hamil keguguran karena jatuh dari kendaraan akibat rusak.

Lubang menganga disepanjang jalan siap memakan korban. Ruas jalan yang sebelumnya dilakukan pengerasan terbiar begitu saja tanpa pemeliharaan. Akibatnya ruas jalan bergelombang dan berlubang. "Bagai diterpa gelombang angin utara," jelas Samsir yang saat itu sedang menyetir mobil kepada Riau Pos, yang saat itu menuju Bantan Sari, Jumat (10/8).

Jika belum bisa dilaksanakan multiyers masih bisa cari solusi lain agar jalan tak rusak seperti sekarang ini. Seharusnya, kata Samsir setiap empat bulan sekali harus diratakan. "Dana operasional di Dinas PU kan ada. Tinggal diturunkan alat berat. Itu kalau kegiatan multiyers tak bisa dijalankan," jelas dosen di salah satu perguruan tinggi di Riau ini.

Hal serupa disampaikan Abu Samah, menurut dia jalan lintas bantan tersebut sudah memakan korban. Dua warga Telukpapal keguguran. Dua warga itu, yaitu Ima dan Suratmi."Parah betul jalan tempat kami ni. Entah kemana lagi kami mengadu. Ke DPRD sudah dan pemerintah sudah. Jadi tak tahu lagi kami," jelas Abu Samah dengan wajah kecewa.

Menurut dia, tolonglah diperhatikan jalan lintas. Dengan bagusnya jalan tersebut pastilah hasil di Telukpapal jadi berharga." Kelapa, sawit dan ikan tangkapan warga tinggal letak di tepi jalan dan ada pembelinya. Sekarang susah dan tak ada harga," jelasnya.

Kata Abu Samah, kondisi kampung memperhatinkan. "Rumah bedebu akibat ruas jalan bedebu dan belumpur," katanya sedih.

Rusaknya jalan tersebut membuat warga yang berada di Muntai, Telukpambang memilih ruas jalan lintas Pematangduku-Bengkalis." Bunuh diri kalau lewat jalan Muntai-Bantan air. Kalau pakai roda dua aja payah apalagi pakai kendaraan roda empat," jelas Dirman pembawa penumpang dari Desa Pambang Baru kepada Riau Pos.(esi)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |