Korban Meninggal Capai 319 Jiwa
Jumat, 10 Agustus 2018 - 18:29 WIB > Dibaca 389 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah mulai menyusun langkah lanjutan dalam penanggulangan gempa Lombok. Kamis (9/8), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumpulkan sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga. Tujuannya tidak lain guna menyusun dan menyiapkan road map rehabilitas dan pemulihan pascagempa. Dia menarget, hari ini (10/8) semua sudah siap.

Menurut Wiranto bantuan untuk korban gempa sepanjang masa tanggap darurat sudah diberikan dengan baik. Semua pihak bergerak. Tidak hanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), instansi lain juga turut bahu-membahu.

”Pengorganisasian sudah dilaksanakan dengan menyertakan seluruh pemangku kepentingan,” terang dia.

Kemarin, dia memimpin evaluasi sekaligus menyusun rencana ke depan. Sebab, rehabilitasi dan pemulihan pascagempa harus berjalan setelah masa tanggap darurat selesai.

”Untuk bagaimana setelah tanggap darurat selesai, kita melangkah ke tahap pemulihan, rehabilitasi, rekonstruksi,” beber Wiranto.

Dia mengakui, semua itu tidak bisa dilaksanakan dengan mudah. Mengingat dampak gempa berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang Lombok cukup besar.

Untuk itu, Wiranto mengumpulkan pimpinan kementerian dan lembaga terkait di kantornya. Dia ingin semuanya memikirkan strategi untuk memuluskan rehabilitasi dan pemulihan pascagempa.

”Misalnya bagaimana kita bisa segera menangani pemukiman yang rusak. Bagaimana bisa segera merehabilitasi sekolah, rumah ibadah, rumah sakit yang rusak,” beber mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu.

Semuanya, sambung Wiranto, harus jelas. Dia mencontohkan rumah korban gempa yang rusak berat dengan persentase kerusakan di atas 80 persen. Dengan cara apa dan berapa lama perbaikan dilaksanakan akan dirumuskan. ”Itu semua kami bahas detail,” imbuhnya.

”Malam ini kami garap semua. Mudah-mudahan besok kami sudah jelas dan rinci road map-nya bagaimana,” tambahnya.(syn/jpg)

Itu dilaksanakan sambil memperhatikan perkembangan kondisi dan situasi di lapangan. Apalagi sampai kemarin gempa susulan masih terjadi. ”Nanti kami minta BMKG untuk melakukan analisis secara akurat,” kata Wiranto. Dengan begitu rencana rehabilitasi dan pemulihan pascagempa nantinya dapat dilaksanakan dengan baik. ”Agar tidak menambah penderitaan (masyarakat) yang ada di sana,” imbuhnya.

Sejauh ini, Wiranto mendapat laporan terakhir jumlah korban meninggal dunia sebanyak 319 jiwa. Angka itu dia peroleh dari dua sumber. Laporan masyarakat dan hasil pendataan TNI – Polri. Dia mengakui, data korban meninggal sempat berbeda. Sebab, masih terus diperbarui. Namun ke depan, dia meminta semua pihak satu suara. ”Karena saya sudah memerintahkan untuk ada satu kepaduan humas sebelum diumumkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei menyampaikan bahwa, data korban gempa Lombok memang masih terus diperbarui. Pria yang akrab dipanggil Willem itu memastikan, setiap data yang masuk bakal diverifikasi sebelum disampaikan kepada publik. ”Nanti ada mekanisme di satgas. Kami kerja sama dengan dukcapil sehingga terjamin,” jelasnya. ”Harus ada by name by address,” tambah dia.(syn/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |