Belum Mampu Tangani TPS Liar
Jumat, 13 Juli 2018 - 10:41 WIB > Dibaca 163 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Tempat penampungan sampah (TPS) ilegal masih menjadi problem serius Pemko Pekanbaru. Sampai sekarang pemko masih belum mampu mencari solusinya yang tepat. Terutama dalam mengeliminasi menjamurnya TPS liar.

 Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Zulfikri mengatakan bahwa pemerintah sampai saat ini masih belum mampu membangun banyak TPS. Keterbatasan anggaran disebut Zulfikri menjadi salah satu faktornya. Sedangkan pihak kelurahan yang diminta untuk menyediakan lokasi untuk pembangunan TPS masih belum memberikannya.

 “Memang kami akui keterbatasan anggaran membangun TPS  itu. Satu lagi karena masyarakat memang tidak ada yang bersedia menyediakan tanahnya untuk dijadikan TPS,” ujar Zulfikri kepada Riau Pos, Kamis (12/7).

 TPS resmi di jalan jalan protokol yang ada, menurut Zulfikri, jumlahnya sangat terbatas. Sementara pihak kelurahan yang paling diharapkan bisa menyiapkan tempat untuk dibangun TPS belum mendapatkannya.

 “Kami sudah menyurati lurah-lurah untuk menyiapkan lokasi untuk dibangun TPS. Sudah kami anggarkan namun memang sampai sekarang belum ada, balasan surat (dari lurah, red). Itu kendalanya,” katanya.

 Lanjut Zulfikri, keterbatasan TPS baik di tingkat kelurahan dan kecamatan membuat masyarakat memilih membuang sampah rumah tangga di sembarang tempat atau TPS liar. Dengan kondisi seperti itu maka keberadaan TPS liar akan tetap ada.

 “Masyarakat bertanya kemana kami akan membuang sampah. Akhirnya muncul TPS-TPS liar. TPS yang resmi itu ada, sekitar 10 TPS resmi namun masalahnya kan masyarakat tidak mau membuang di TPS resmi yang ada di jalan protokol. Alasannya mungkin jauh sehingga memakan waktu,” sebutnya.

 Ia menyarankan agar warga sebaiknya tidak membuang sampah di TPS liar. Keberadaan TPS liar di data DLHK mencapai sebanyak 17 salah satunya di depan Indogrosir, Simpang Jalan Teropong dan ada di beberapa titik lagi. Itu merupakan TPS liar yang menghasilkam volume sampah yang cukup besar. Sedangkan TPS liar kecil disebutkan Zulfikri jumlahnya sangat banyak.

 “Lebih baik sampah itu diletakkan di depan rumahnya kan ada petugas yang mengangkutnya. Ketimbang harus membuang di TPS liar. Yang disalahkan itu pemerintah, padahal petugas kita di lapangan siang malam, hujan panas mengangkut sampah. Baru berjalan lima meter orang sudah buang sampah lagi,” katanya.

 Ia juga mengimbau agar warga mematuhi peraturan dan ketentuan waktu jam buang sampah. Jika itu dipatuhi maka ia yakin Kota Pekanbaru akan steril dari tumpukan sampah di TPS liar.

“Kan sudah ada ketentuan jam buang sampah sampai pukul 05.00 WIB. Pagi kan akan kami angkut, tentu otomatis sampah kan tidak ada lagi. Kalau mereka (masyarakat, red) tertib patuh maka tidak akan terlihat sampah lagi,” katanya.(ade)

Laporan Joko Susilo, Kota



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |