Ruang Kreatif yang Kian Diminati
ADEGAN: Salah satu adegan teater persembahan komunitas Home Theatre asal Kota Pekanbaru pada Panggung Seni Kreatif (PSK), Sabtu (7/7/2018) lalu di Riau Creative Center, Kompleks Bandar Serai, Pekanbaru

Ruang Kreatif yang Kian Diminati
Jumat, 13 Juli 2018 - 10:04 WIB > Dibaca 201 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komunitas Home Theatre, Callmewak Band, dan Thanks for the Memories membuka perhelatan Panggung Seni Kreatif (PSK) pasca Idul Fitri. Ketiga komunitas tersebut tampil maksimal pada Sabtu (7/7) di panggung Riau Creative Center di salah satu pojok kompleks Bandar Serai (purna MTQ) Pekanbaru.
 
Pada perhelatan yang ditaja Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Riau setiap akhir pekan lalu, tidak hanya ada suguhan seni. Puluhan anggota komunitas Karimun Pekanbaru, ikut memeriahkan dengan menggelar hari jadi komunitas mereka. Palingtidak, PSK telah berkembang menjadi ruang baru bagi seniman dan komunitas lain untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

      ‘’Saya sangat berbangga sekali. Selain komunitas seni yang tak henti berkreasi di ruang ini, juga komunitas lain juga tertarik bergabung di sini. Kreasi dan apresiasi antar tontonan dan penonton semakin hari semakin bertumbuh di ruang ini. Kami berharap, ke depan semakin ramai orang hadir dan menjadikan helat yang ditaja sepanjang tahun ini sebagai ruang alternatif bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu luangnya,’’ ulas Kadis Pariwisata Riau Fahmizal, saat membuka acara.

Pada Sabtu malam tersebut, komunitas Home Theatre tampil dengan suguhan yang segar. Noviyanti selaku sutradara berhasil  menarik perhatian penonton yang hadir pada malam itu. Teater dengan genre komedi yang dipersembahkan nya terbilang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi panggung out door.

‘’Kami memilih karya komedi karena sesuai dengan kondisinya. Jadi penonton tak perlu susah-susah memahami apa yang mereka tonton, plus terhibur,’’ ungkap Novi.

Sementara itu, komunitas Callmewak Band datang dari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti membawakan beberapa tembang lagu. Tidak hanya menggunakan alat-alat musik seperti band pada umumnya, mereka mengolaborasikan dengan alat musik tradisi, seperti gambus (alat petik), dan lainnya. ‘’Alhamdulillah, akhirnya bisa juga kami tampil di ruang kreatif ini. Memang harus diakui, ruang serupa ini harus diperbanyak sehingga para insan seni tidak kewalahan menggelar karya mereka,’’ ujar Rudy Kodon, sang vokalis Callmewak Band.(ifr)

Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |