Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia

TERKAIT KASUS KORUPSI 1MDB
Begini Protes Najib Razak saat Tahu Rekeningnya Dibekukan KPK Malaysia
Kamis, 12 Juli 2018 - 20:45 WIB > Dibaca 225 kali
 
KUALA LUMPUR (RIAUPOS.CO) - Pihak berwenang Malaysia telah membekukan rekening bank mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Menurut Najib, itu merupakan sebuah pelanggaran hak pribadi.

Sebelumnya, pada pekan lalu Najib ditangkap dan didakwa di Malaysia pada pekan lalu atas penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Dia ditangkap terkait dengan dugaan transfer USD 10,4 juta ke rekening bank pribadinya dari SRC International, mantan unit dana negara 1MDB.

Menurut Najib, dirinya tidak bersalah atas tuduhan itu dan dibebaskan setelah mengajukan jaminan. Dia secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan 1MDB.

Adapun KPK Malaysia yang memimpin penyelidikan 1MDB telah membekukan lebih dari 400 rekening bank pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan dugaan penyelewengan dana 1MDB, lembaga dana yang didirikan oleh Najib.

Dikatakan Najib, rekening bank anak-anak dan cucu-cucunya, juga dibekukan minggu lalu. Namun, akunnya tetap dibekukan katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook. Padahal, kata dia, akun itu hanya digunakan untuk menerima gaji dan pensiunnya sebagai pejabat publik.

"Tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan dengan pihak berwenang," katanya.

"Mengapa kebebasan pribadi saya dirampas ketika pengadilan telah memberi saya jaminan menunggu persidangan dan fakta bahwa saya telah memenuhi persyaratan jaminan saya?" imbuhnya dilansir dari SCMP, Kamis, (12/7/2018).

Dia menambahkan, membekukan akunnya telah membuatnya sulit untuk membayar tagihan dan melakukan perannya sebagai kepala keluarga.

"Seperti warga negara lainnya, saya layak diberi akses ke kebebasan pribadi saya sampai persidangan saya selesai," tuturnya.

Di sisi lain, KPK Malaysia tak menanggapi apa yang dituduhkan oleh Najib. Di samping itu, penyelidikan atas 1MDB masih terus dilakukan oleh setidaknya enam negara termasuk Singapura, Swiss, dan Amerika Serikat atas dugaan pencucian uang dan korupsi. (iml)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |