Final Keempat Deschamps
SELEBRASI: Bek Prancis Samuel Umtiti melakukan selebrasi usai mencetak gol tunggal kemenangan timnya atas Belgia pada semifinal Piala Dunia di Saint Petersburg Stadium, Rusia, Rabu dini hari WIB (11/7/2018). (LEE SMITH/REUTERS)

Final Keempat Deschamps
Kamis, 12 Juli 2018 - 12:14 WIB > Dibaca 223 kali
 
ST.PETERSBURG (RIAUPOS.CO) – Entraineur Prancis Didier Deschamps berada di puncak karirnya. Dalam dua tahun terakhir, Deschamps mencapai dua final beruntun. Yakni final Euro 2016 kemudian disusul final Piala Dunia 2018. Pria berusia 49 tahun tersebut terlihat sangat larut dalam suka cita yang didapatkan timnya. Deschamps memeluk erat Samuel Umtiti, bek pencetak gol kemenangan Prancis atas Belgia, Rabu (11/7) di Stadion Krestovsky seusai laga.

 “Ya, kami berada di final lagi setelah dua tahun lalu. Saya masih ingat apa yang terjadi dua tahun silam,” kata Deschamps seperti diberitakan The Guardian.

“Kali ini kami masuk ke final untuk memenanginya karena kami belum melupakan apa yang terjadi di final (Euro) lalu,” tambah eks pelatih AS Monaco, Marseille, dan Juventus itu.

Deschamps mengatakan pascakekalahan di final Euro yang terselenggara di tanah airnya sendiri maka bayang-bayang kegagalan selalu hadir di pikiran skuadnya. Dengan kampiun Piala Dunia maka Prancis akan lepas dari dosa masa lalu. “Saya berharap final kali ini akan berbeda dari sebelumnya. Karena kami gagal menang di final Euro tahun lalu itulah mengapa mencapai final kali ini rasanya sangat membekas di hati saya,” ujar Deschamps.

Sepanjang karir pemain dan pelatih Deschamps, maka final Piala Dunia ini adalah yang keempat. Ketika jadi pemain, Deschamps masuk final Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Kemudian di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Bagaimana jika gagal lagi? Apakah Deschamps akan mundur atau malah Federasi Sepakbola Prancis (FFF) akan memecatnya? Semua kemungkinan masih terbuka lebar.

Namun seandainya gagal lagi setidaknya Deschamps sudah tahu siapa yang pantas untuk menggantikannya. Siapa lagi kalau bukan bekas rekan setimnya saat juara Piala Dunia 1998. Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, Deschamps berkomentar kalau eks pelatih Real Madrid Zinedine Zidane merupakan sosok yang pantas menggantikannya. Toh, Zidane menganggur setelah melepaskan jabatannya dua hari setelah menang Liga Champions untuk ketiga kalinya secara berturut bersama Real.  

“Bukan kewenangan saya untuk menentukan posisi pelatih Prancis namun presidenlah yang punya kekuasaan itu. Namun saya yakin pada satu poin jika Zidane satu saat akan menjadi pelatih,” ucap Deschamps kepada ESPN awal Juni lalu.

“Hal itu akan terjadi memang jika sudah saatnya,” tambah pria kelahiran Bayonne Prancis itu. Zidane saat ini memang menjadi kandidat terkuat. Bapak empat anak itu sudah teruji di level klub. Kurang dari tiga tahun, Zidane menambahkan sembilan piala ke lemari Real.(dra/dns/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |