Formasi CPNS Guru Daerah 100 Ribu
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur.

Formasi CPNS Guru Daerah 100 Ribu
Kamis, 12 Juli 2018 - 12:11 WIB > Dibaca 531 kali
 
TANGERANG (RIAUPOS.CO) - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru bakal dibuka di akhir bulan ini. Kuotanya mencapai 250 ribu. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengatakan, usulan formasi CPNS baru itu sudah disampaikan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dari kuota yang dimaksud, 100 ribu di antaranya untuk guru.

“Tetapi (usulan formasi CPNS, red) belum (disampaikan, red) ke Presiden,’’ kata Asman setelah mengikuti pembukaan Rakornas Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (11/7).

Asman menjelaskan, tahun ini ada 250 PNS pusat maupun daerah yang pensiun. Pemerintah tetap mempertahankan pengisian kursi CPNS baru dengan model zero growth. Sehingga kuota CPNS baru yang dibuka tahun ini tidak sampai 250 ribu.

’’Tahun ini akan ada penambahan khusus untuk guru dan tenaga kesehatan,’’ jelasnya.

Untuk formasi CPNS guru daerah, Asman mengatakan sekitar 100 ribu orang. Sementara untuk CPNS tenaga kesehatan, dia belum bisa menyampaikan angkanya. Sebab, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Kesehatan. Lantas bagaimana dengan nasib guru honorer? Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menuturkan, tidak ada kuota khusus untuk tenaga honorer. ’’Silakan (guru honorer, red) ikut (mendaftar, red) bagi yang masih di bawah 35 tahun. Yang lebih dari 35 tahun belum (ada skemanya, red),’’ jelasnya.

Bima menjelaskan, beberapa tahun lalu pernah ada kuota khusus untuk tes CPNS baru dari kelompok tenaga honorer. Tetapi, nyatanya hasil tes menunjukkan angka ujian yang jeblok. Dia mengatakan saat ini pemerintah didesak dari sisi kemanusiaan, supaya mengangkat honorer itu.

’’Kemanusiaan untuk honorernya atau muridnya,’’ katanya.

Dia menegaskan rekrutmen CPNS baru tetap harus menyeleksi sumber daya yang berkualitas. Tidak boleh asal menerima. Apalagi hanya pertimbangan sudah lama mengabdi menjadi honorer. Jika guru tidak berkualitas dipaksa lolos cari CPNS baru, lanjutnya, kasihan muridnya.

Bima menegaskan pendaftara CPNS baru untuk para tenaga ho­norer tetap melalui jalur reguler. Jadi, persyaratan seperti usia dan kualifikasi pendidikan, sama persis dengan pelamar pada umumya. Persaingan murni dari proses seleksi.

Dia mengatakan tahun lalu kuota CPNS dibuka sekitar 30 ribu kursi dengan jumlah pelamar lebih dari dua juta orang. Kebanyakan untuk instansi pusat. Sementara tahun ini kuotanya jauh lebih banyak. Sehingga BKN menyiapkan tempat ujian berbasis komputer untuk bisa menampung 10 juta pelamar.(wan/ttg/ted)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |