Tunggu Panggilan BPKP Ekspos Lampu Jalan
Rabu, 11 Juli 2018 - 10:13 WIB > Dibaca 326 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan ekspos permasalahan tagihan lampu jalan milik Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Perusahaan Listrik Negera (PLN) belum terlaksana. Pasalnya kedua instansi tersebut belum menerima panggilan dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Kendi Harahap mengatakan, pihaknya telah menyiapkan semua data yang akan diperlukan dalam pelaksanaan ekspos. Data ini mengenai seluruh yang berkaitan dengan lampu PJU milik Pemko Pekanbaru. “Semua data-data sudah kami siapkan untuk ekspos tersebut,” ungkap Kendi kepada Riau Pos, Selasa (10/7).

Disampaikan Kendi, sebelumnya pelaksanana ekspos dalam proses audit direncanakan akan digelar, Selasa (10/7). Namun hingga kini belum ada panggilan dari BPKP Perwakilan Riau. ”Kami masih menunggu, kemarin memang diagendakan Senin atau Selasa. Kemungkinan mereka masih ada agenda yang lain,” kata mantan Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru.

Ketika disinggung mengenai target audit tersebut rampung, mengingat hasil sangat diperlukan dan sebagai dasar pembayaran tagihan listrik ke PLN, Kendi mengaku, belum dapat memastikannya. Akan tetapi dirinya berharap, BPKP dapat menyelesaikan secepatnya.

 “Kami berharap secepat audit ini selesai. Hasil audit tersebut menentukan langkah-langkah dilakukan ke depannya. Terutama dalam penganggaran tagihan lampu tersebut apabila mengalami kekurangan,” ujarnya.

Audit ini dilakukan karena ada lonjakan tagihan listrik PJU milik Pemko Pekanbaru pada 2018. Di mana pada Januari sebesar Rp7.423.337.306, lalu Februari Rp7.853.589.643. Namun menariknya, pada Maret tagihan tersebut membengkak menjadi Rp13.027.036.008 dan bulan April, tagihan yang mesti dibayarkan Pemko Pekanbaru turun menjadi Rp12.688.694.522.  

Sedangkan untuk tagihan Mei sebesar Rp12.617.080.170, kemudian pada Juni menjadi Rp12.521.268.775. Sementara dana yang dianggarkan untuk pembayaran tagihan lampu PJU hanya berkisar Rp7 miliar per bulan.

Membengkaknya tagihan tersebut lantaran, pemko dibebankan untuk membayar PJU nonmeterisasi setelah dilakukan pendataan bersama oleh Dishub dan PLN. Di mana hasilnya didapati 31.749 titik PJU yang belum dimeterisasi dengan pemakaian daya sebesar 23.784.950 volt ampere (VA). Sedangkan yang telah dimeterisasi hanya 9.583 titik dengan pemakaian daya 3.812.450 VA.(ade)

Laporan RIRI RADAM, Kota



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis | video |