13 KorbanTerjebak di Gua Berhasil Diselamatkan
TIM MOO PA: Dua belas remaja tim sepakbola Moo Pa (Thailand) bersama asisten pelatihnya. Mereka terjebak dalam Gua Tham Luang lebih dari dua pekan akhirnya berhasil diselamatkan. (INTERNET)

13 KorbanTerjebak di Gua Berhasil Diselamatkan
Rabu, 11 Juli 2018 - 11:27 WIB > Dibaca 297 kali
 
MAE SAI (RIAUPOS.CO) – Penderitaan 12 remaja tim sepakbola Moo Pa bersama asisten pelatih akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam gua Tham Luang. Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, Thai Navy Seals telah memberikan konfirmasi bahwa korban yang terjebak selama 18 hari lokasi yang berjarak tiga km dari mulut gua.

Kabar gembira itu dikabarkan melalui postingan di halaman Facebook yang sederhana. ‘’Kami tidak tahu ini keajaiban, sains, atau apa. Tiga belas babi hutan liar sudah keluar dari gua,’’ begitu tulis Thai Navi Seals, Selasa (10/7).

Babi Hutan Liar sendiri merupakan arti dari Moo Pa, nama tim sepakbola mereka. Dalam keterangan tertulis tersebut, mereka juga mengatakan lima korban yang diselamatkan kemarin keluar dengan selamat tanpa luka atau cacat. Justru, seorang petugas medis dan tiga anggota Seals yang mendampingi mereka sejak operasi pertama yang saat ini belum keluar.

Menurut Associated Press, sorak-sorai semua petugas dan awak media pun terdengar melihat helikopter terakhir berada di langit kompleks gua tersebut. Mereka lega drama yang terjadi selama dua pekan lebih ini akhir­nya selesai. Jelas, misi tersebut sangat berbahaya.

Semua anggota yang terjebak tak punya ilmu berenang atau menyelam. Sedangkan, mereka sudah lama terjebak di ruang gua yang tak punya sirkulasi udara yang cukup. Relawan penyelam Saman Kunont yang meninggal pada 6 Juli lalu jadi bukti bahwa penyelaman tersebut bisa menguras kadar oksigen ke level yang ekstrem.

Sampai-sampai taipan di industri teknologi Elon Musk pun ingin turun tangan untuk menyelamatkan anak tersebut. Dia membawa prototipe kapal selam berukuran mini dari perusahaannya SpaceX. Serta, ahli bangunan dari Boring Company untuk membantu penyelamatan. Meski pada akhirnya, teknologi tersebut akhirnya nganggur karena dianggap tak praktis.

Dengan sistem buddy diving, 18 sampai 19 penyelam pun melakukan misi evakuasi selama tiga hari. Hasilnya, anak-anak bisa selamat dari marabahaya. Kemarin, lima korban terakhir dirujuk ke Rumah Sakit Chiangrai Prachanukroh. Mereka bakal bergabung dengan delapan temannya yang sudah lebih di sana.

Soal kondisi, tim penyelamat masih belum memberikan ke­terangan detil soal kesehatan. Yang diketahui, dari empat anak yang diselamatkan pada hari kedua misi evakuasi, ada dua yang mengalami demam dengan dugaan infeksi paru-paru. Sedangkan, empat orang yang diselamatkan di hari pertama sudah terlihat berlarian di halaman rumah sakit.

Meski begitu, pihak rumah sakit mengatakan bahwa semua korban bisa disembuhkan. Mereka perlu waktu sekitar tujuh hari untuk bisa kembali ke pelukan keluarga masing-masing.

‘’Mereka sudah bisa makan makanan normal meski dilarang untuk yang pedas. Kami juga masih harus memeriksa piskis mereka,’’ ujar Jedsada Chokdumrongsuk, Menteri Kesehatan Publik Thailand.

Jika tak ada aral melintang, mereka pun bisa bertatatap muka dengan keluarga. Namun, mereka dilarang bersentuhan. Mereka hanya diperbolehkan untuk bertemu dengan jarak dua meter.(bil/jpg)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |