Perwakilan Tik Tok Sambangi Kantor KPAI, Ini Hasil Pertemuannya
Logo aplikasi Tik Tok. (ISTIMEWA)

TERKAIT PEMBLOKIRAN
Perwakilan Tik Tok Sambangi Kantor KPAI, Ini Hasil Pertemuannya
Selasa, 10 Juli 2018 - 15:15 WIB > Dibaca 368 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (9/7/2018) kemarin disambangi oleh perwakilan Tik Tok di Indonesia.

Diketahui, sebelumnya, perusahaan teknologi asal Cina itu mengunjungi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Adapun kunjungan Tik Tok ke KPAI tidak lain adalah guna menyoal pemblokirannya di Indonesia. Beberapa hal disampaikan KPAI terhadap aplikasi yang diwadahi Bytedance Teknologi itu dalam pertemuan tersebut.

Pertama, KPAI menyayangkan atas adanya konten negatif yang terdapat dalam aplikasi Tik Tok yang berbuntut pemblokiran oleh Kemenkominfo. Kedua, KPAI memandang bahwa pertemuan dengan Tik Tok penting dilakukan.

Adapun hal itu sebagai langkah awal dalam perbaikan Tik Tok menuju platform yang ramah anak berdasarkan prinsip-prinsip perlindungan anak. Menurut Ketua KPAI Susanto, antara Tik Tok dengan KPAI telah sepakat untuk mengikuti seluruh aturan dan regulasi di Indonesia.

Kemudian, bersedia melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna Tik Tok tentang perlindungan anak dari konten negatif.

“Kami akan lihat perkembangannya seperti apa dari hasil pertemuan kali ini. Mudah-mudahan komitmen yang disampaikan kepada KPAI benar-benar terlaksana dengan baik," katanya dalam pernyataan resmi, sebagaimana dikutip JawaPos.com.

Jika Tik Tok melanggar komitmen itu, imbuhnya, KPAI tak segan akan mengundang Tik Tok kembali.

"Misalnya ada katakanlah tidak ada perbaikan dari pertemuan kali ini, tidak menutup kemungkinan kami akan panggil kembali sebagai bentuk kontrol yang lebih baik,” jelasnya.

Di sisi lain, menurut Local Marketing Manager Tik Tok Indonesia Dina, dari beberapa poin meeting yang disampaikan KPAI, Tik Tok melihat Indonesia bukan hanya sebagai pangsa yang besar dan potensial saja.

Akan tetapi, pihaknya juga memberikan komitmen kepada semua pihak, termasuk KPAI, untuk menghadirkan konten-konten positif untuk mendukung inisiatif perlindungan anak di tanah air.

“Ke depannya Tik Tok akan membuat program-program kerja sama untuk mendukung kreativitas dan video positif oleh para pengguna di platform kami. Selain itu pembaharuan sistem juga akan dilakukan untuk menyaring konten negatif. Jadi, kami menggabungkan beberapa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi human resource yang kami adakan, memastikan konten negatif itu dapat berkurang,” tuntasnya. (ryn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |