Tim PKM Polygon Teknik Sipil UR, Inovasi Atasi Erosi Sungai
Foto Bersama: Tim PKM Polygon Teknik Sipil UR, foto bersama masyarakat dan perangkat Desa Teratak Buluh, Askarmi, Selasa (3/7/2018).

Tim PKM Polygon Teknik Sipil UR, Inovasi Atasi Erosi Sungai
Minggu, 08 Juli 2018 - 15:04 WIB > Dibaca 632 kali
 
(RIAUPOS.CO) - PADA Selasa (3/7) Tim PKM Teknik Sipil Universitas Riau (Unri) melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Desa Teratak Buluh, Kampar. Kegiatan ini berusaha mencari solusi untuk mengatasi permasalahan erosi sungai yang menyebabkan tergerusnya daratan. Sehingga memperlebar areal sungai. Menurut Tim PKM dengan singkatan POLYGON (Portable and Eco-friendly of Gabion), Kombinasi Limbah Cangkang Kerang dan Batu Sungai sebagai Pengendalian Erosi di Aliran Anak Sungai Kampar Kiri, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi erosi sungai bahkan penurunan tanah dan longsor.

Sejalan dengan itu, mereka yang merupakan mahasiswa tersebut menegaskan pentingnya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) pada masyarakat. Dimulai dengan tahap penyuluhan kader, lalu tahap pelaksanaan penyuluhan program. Ada pula tahap pre test. Kemudian penyampaian materi edukasi dengan power point, pemutaran video tentang pembuatan gabion portable eco-friendly dan pembagian brosur mengenai cara pengendalian erosi sungai.

‘’Selanjutnya, kita simulasi menggunakan prototipe gabion portable eco-friendly dengan kombinasi penggunaan limbah cangkang kerang dan batu sungai yang telah disiapkan, Guna edukasi bagi masyarakat dan kader. Tahap akhir berupa tahap post test. Yakni memberikan pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan untuk mengetahui pemahaman masyarakat dan kader,’’ ujar Miguel Felix sebagai Ketua Tim PKM.

Tahapan ditutup dengan  praktek pemasangan prototipe gabion portable eco-friendly dengan kombinasi penggunaan limbah cangkang kerang dan batu sungai di Sungai Lubuk Lande.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak terkait, seperti Sekretaris Desa Tratak Buluh, Askarmi. ‘‘Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu kami sebagai warga desa dalam menanggulangi permasalahan erosi yang ada di Desa Teratak Buluh,’’ tutupnya. (azr/ifr)


Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |