Mungkinkah PAN dan PKS Tinggalkan Prabowo? Ini Kata Gerindra
Prabowo Subianto. (JPNN)

PILPRES 2019
Mungkinkah PAN dan PKS Tinggalkan Prabowo? Ini Kata Gerindra
Jumat, 06 Juli 2018 - 17:00 WIB > Dibaca 384 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komunikasi yang makin intens dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Adapun hal itu memunculkan spekulasi tentang kemungkinan PAN dan PKS yang sebelumnya menggadang-gadang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pemilu 2019 untuk beralih mengusung Anies.

Akan tetapi, hal itu tak membuat Partai Gerindra ketar-ketir. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Riza Patria tetap meyakini PAN dan PKS tidak akan meninggalkan partai binaan Prabowo tersebut.

“PAN butuh Gerindra dan Gerindra butuh PAN. Begitu juga dengan PKS. Kami saling menjadi satu, kuat, bersinergi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/7/2018).  

Dia pun tetap optimistis bahwa tidak ada nama lain yang diusung sebagai capres dari Gerindra, PAN, dan PKS, selain Prabowo. Menurutnya, hasil survei menunjukkan popularitas nama-nama lain masih kalah jauh dibanding Prabowo.

Dalam survei itu pun terlihat bahwa hanya mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Danjen Kopassus TNI AD) itu  yang hari ini muncul sebagai penantang terkuat bagi Joko Widodo (Jokowi) selaku pertahana.

Oleh sebab itu, imbuhnya, tidak salah jika banyak kader PKS dan PAN yang pengin ikut berkoalisi dengan Gerindra mendukung Prabowo.

“Bukan kami yang memaksa tapi petanya demikian. Belum ada nama lain selain Prabowo yang bisa menantang Jokowi. Maka dari itu kami optimistis bahwa PKS dan PAN akan terus solid dan bersama dengan Gerindra,”  jelasnya.

Dia menerangkan, munculnya pendapat lain di kalangan kader PKS dan PAn soal capres merupakan hal biasa. Akan tetapi, Riza meyakini partai-partai pasti berhitung tentang yang paling menguntungkan termasuk untuk pemilihan legislatif (pileg), apakah ikut dalam barisan PDI Perjuangan sebagai penyokong utama Jokowi, atau tetap bersama Gerindra dan Prabowo.

Disebutkannya, secara kalkulasi politik pada situasi dan kondisi saat ini, bagi PAN dan PKS tentu lebih menguntungkan jika ikut koalisi Gerindra.

“Karena kue kursi yang akan dibagi lebih besar dapatnya dibanding berebut dengan koalisi pemerintah,” jelasnya.

Lebih jauh, menurutnya, untuk calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, masih akan didiskusikan dengan partai politik (parpol) mitra koalisi. Gerindra menghormati usulan nama dari parpol lain.

Seperti PKS yang mengusulkan sembilan nama, PAN satu hingga empat tokoh, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) maupun Partai Demokrat.

“Hubungan kami dengan PAN dan PKS itu agak khusus. Jadi memang kami terus intensif ketemu membahas terkait pilpres 2019,” tuntasnya. (boy)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |