IPW Khawatir Asian Games Akan Diteror Pelaku Bom Pasuruan
Ilustrasi. (NET)

BERHASIL KABUR
IPW Khawatir Asian Games Akan Diteror Pelaku Bom Pasuruan
Jumat, 06 Juli 2018 - 15:30 WIB > Dibaca 236 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelaku bom Pasuruan, Jawa Timur yang masih kabur harus segera ditangkap oleh polisi. Desakan itu datang dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane.

Neta menyampaikan itu karena khawatir pelaku akan menebar aksi teror baru yang bisa mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.

Dari informasi yang dia peroleh, pelaku bom  Pasuruan berhasil melarikan diri dengan membawa ransel hitam yang diduga berisi bahan peledak. Adapun si pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor.

Pelaku diketahui meninggalkan kendaraannya di tempat penitipan sepeda motor di Stasiun Pasuruan. Dia membuat kamuflase seolah-olah dia kabur dengan menggunakan kereta api.

Padahal, saksi mata melihat pelaku kabur dengan angkot ke arah Sidoarjo atau Mojokerto. Diketahui, pelaku mengenakan jaket biru muda dan bercelana panjang abu-abu serta mengenakan sendal jepit kulit.

Pelaku juga menggunakan kupluk putih dan syal biru. Dari tempat penitipan sepeda motor pelaku berjalan kaki menuju arah barat ke jalanan besar untuk mencari angkot.

"Diduga pelaku menuju Sidoarjo atau Mojokerto," ujarnya, Jumat (6/7/2018).

Berdasarkan data yang diperoleh IPW, pelaku memiliki dua kartu tanda penduduk (KTP). Pertama KTP keluaran Kabupaten Pandeglang, Banten atas nama Anwardi, kelahiran Jakarta 12 Juni 1966, dengan NIK 31009765443360003, beralamat Karang Tanjung Serang.

Kemudian, KTP kedua atas nama Abdullah yang lahir di Lambideng,  Aceh, 16 Februari 1975. KTP di keluarga Kabupaten Pidie Aceh dengan NIK 1107181602750001 dan alamat Dayah Lampoh Awe, Simpang Tiga.

Foto di KTP sama sehingga patut diduga pelaku telah melakukan pemalsuan identitas. Padahal, Sesungguhnya pelaku bernama Abdulloh, kelahiran Meulaboh, Aceh. Neta menyebut, pelaku merupakan anggota ISIS eks GAM.

Di era Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM), memang cukup banyak anggota GAM yang dilatih di Libya.

"Setelah masa damai di Aceh, keberadaan eks GAM yang dilatih di Libya ini tidak terlacak," tuturnya.

Lebih jauh, IPW berharap polisi bertindak cepat menangkap pelaku. Pasalnya, jika melihat KTP dan keberadaannya, pelaku sepertinya memiliki jaringan yang cukup luas mulai Aceh, Banten hingga Jawa Timur.

"Jika pelaku bisa segera tertangkap, diharapkan jaringan terorisnya bisa terbongkar dan dilumpuhkan sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat bisa terjaga, terutama saat pelaksanaan Asian Games," tandasnya.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |