Bupati Kumpulkan Pengusaha Kelapa
PIMPIN RAPAT: Bupati Inhil HM Wardan didampingi Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said dan Sekda Inhil H Said Syarifuddin, memimpin rapat pembahasan harga kelapa dengan sejumlah pimpinan perusahaan dan penampung kelapa, Rabu (4/7/2018) malam. 

Kabupaten Indragiri Hilir
Bupati Kumpulkan Pengusaha Kelapa
Jumat, 06 Juli 2018 - 14:28 WIB > Dibaca 222 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Dalam rangka mendongkrak harga kelapa di tingkat petani, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, mengumpulkan perusahaan dan pengusaha pengumpul perkelapaan, Rabu (5/7) malam.

Pertemuan ini mengagendakan pembahasan tentang stabilitas harga kelapa yang dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sempat berfluktuasi dan meresahkan petani kelapa.

‘’Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa kita undang ke sini ntuk membicarakan harga kelapa,” ungkap Bupati Inhil HM Wardan.

Bupati menyebutkan, pertemuan juga ditujukan untuk mencari solusi dalam mengatasi fluktuatif harga komoditas unggulan masyarakat Inhil itu. Apalagi jika kondisi tersebut sengaja dipolitisir pihak-pihak lain.

Bupati menegaskan, bahwa harga kelapa menjadi suatu hal yang penting. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Inhil berprofesi sebagai petani, sektor perkebunan kelapa yang jumlahnya mencapai sekitar 70 persen.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, perusahaan dan  pengusaha kelapa mengidentifikasi beberapa persoalan yang membuat harga kelapa tidak stabil ditingkat petani.

Mulai dari meningkatnya produksi buah, dan kurangnya daya beli negara pengimpor kelapa. Ditambah lagi persoalan lain, seperti besarnya jumlah kebun kelapa tua dan rusak serta kerusakan infrastruktur perkebunan, minimnya penggunaan teknologi.

Berbicara hilir sektor perkebunan kelapa Inhil, selain harga kelapa yang cenderung fluktuatif, terdapat juga beberapa masalah yang terjadi. Di antaranya diversifikasi produk turunan kelapa yang masih kurang dan pemanfaatan hasil lain dari kelapa itu sendiri.

Selusi lain yang ditawarkan Pemkab Inhil, seperti membentuk industri rumah tangga (IRT)  dibidang perkebunan kelapa. Terkait rencana kebijakan pengembangan industri skala rumah tangga ini, Bupati Inhil mengatakan, Pemkan Inhil akan menambah anggaran untuk mengadakan pelatihan terhadap masyarakat petani.

‘’Saya sudah minta kepada sekda agar menambah anggaran untuk membuat pelatihan pengolahan turunan kelapa,” jelasnya.

Mengenai pelatihan ini, pihak Pemkab Inhil sudah melakukan komunikasi dengan Profesor Wisnu Gardjito, ahli kelapa dunia asal Depok.


Menurut bupati, Prof Wisnu sepakat untuk menggelar pelatihan. Hal itu merupakan langkah positif bagi perkembangan perkelapaan. Sedangkan langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah dengan membentuk kelompok-kelompok IRT.

‘’Serta pengadaan peralatan mesin pengolah kelapa. Kita berharap kelompok-kelompok IRT yang sudah mendapat pelatihan, mampu mengolah produk turunan kelapa,” imbuhnya.(adv)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |