Jangan Paksa Luar Zona
Abdul Jamal

PPDB Kota Pekanbaru
Jangan Paksa Luar Zona
Selasa, 03 Juli 2018 - 11:56 WIB > Dibaca 256 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Sekolah-sekolah favorit tingkat SMP negeri masih menjadi incaran orangtua untuk mendaftarkan anak mereka masuk ke sekolah tersebut melalui jalur lintas zonasi. Namun demikian, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengingatkan para orang tua untuk tidak memaksa mendaftarkan anak di luar zonasi yang sudah ditentukan.

‘’Kami imbau agar orangtua peserta didik ikut saja sesuai dengan jalurnya. Karena kami memang transparan. Kami minta jangan ada sogok-menyogok. Kalau ketahuan akan berurusan dengan pihak kepolisian karena sekarang sudah ada tim saber pungli,’’ kata Jamal, Senin (2/7).

Jamal juga memastikan bahwa dalam proses PPDB ini tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. “Dalam penerimaan ini kepada sekolah sudah kami sampaikan semua bebas biaya, gratis. Formulir kami siapkan. Tidak ada biaya-biaya lain. Kalau ada yang bilang masalah baju, kami akan kaji setelah dua atau tiga pekan setelah sekolah berjalan,” tegas Jamal.

Jamal menjelaskan, proses pendaftaran dimulai 2-4 Juli 2018. Dan tanggal 5 pengumuman. 5-6 daftar ulang bagi peserta didik yang diterima. Sedangkan 9 Juli mulai masuk sekolah.

“Untuk SD, formulir ambil di sekolah. Sudah kami siapkan dan semuanya gratis. Penerimaan di SD, pedoman kami hanya sudah berumur 7 tahun. Itu wajib diterima. Kemudian tempat tinggal menjadi perhatian. Daya tampung SD negeri sekitar 14.500 murid baru dari 194 sekolah negeri,’’ katanya.

Sedangkan untuk pendaftaran di SMP negeri, Jamal jelaskan masih menerapkan sistem online. Plus pemberlakuan zonasi. “Kami membuka dua pilihan sekolah di formulir pendaftaran. Memang tidak akan tertampung semua di sekolah negeri, makanya ada seleksi. Bagi yang tidak masuk sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta,” sebutnya.

Terkait laman PDDB online, diakui Jamal mengalami sedikit masalah. Hal ini membiat laman tersebut belum bisa diakses. “Ya belum bisa. Sistemnya belum siap sepenuhnya dan siang sekitar pukul12.00 WIB ini (kemarin, red) bisa diakses kembali. Insya Allah,” katanya.

Jamal menjelaskan, keterlambatan sistem PPDB online juga dikarenakan tidak adanya alokasi dana khusus yang diberikan untuk PPDB online.

Lebih jauh Jamal mengatakan, masyarakat jangan khawatir dengan proses penerimaan PPBD online yang hingga saat ini masih belum bisa diakses. “Prosesnya ada tiga hari. Masih bisa sampai 4 Juli nanti kami input,” tuturnya.

Jika masih bermasalah, masyarakat masih bisa melihat pengumuman hasil PPDB pada 5 Juli nanti di sekolah pendaftaran. “Kami berharap PPDB online ini tidak ada masalah. Tapi kalau nantinya ada, masyarakat bisa melihat pengumuman hasil PPDB di sekolah tempat mendaftar,”katanya.(tya)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |