Sistem Zonasi PPDB Bikin Galau Orang Tua
Banyak yang Cemas Tak Bisa Diterima
Selasa, 03 Juli 2018 - 12:50 WIB > Dibaca 493 kali
 
Sistem zonasi penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2018/2019 menimbulkan kegalauan bagi segelintir orang tua calon siswa di Duri, Kecamatan Mandau. Apa saja itu?
----------------------------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - Sistem zonasi bila tidak ditemukan solusi terbaik, dikhawatirkan bakal muncul masalah baru yang tak kalah pelik. Pasalnya, kalau sistem ini betul-betul diterapkan secara ketat sesuai aturan atau pengumuman yang dipampang pihak sekolah, diyakini bakal banyak calon siswa yang terancam tak bisa bersekolah.

Contohnya zonasi yang akan diterapkan SMAN 1 Mandau. Zonasinya hanya untuk calon siswa dari lingkungan RW 1, 2, 3, 4, 5, 10, 11, 12, 14, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau serta RW 5, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir. Belum diketahui pasti kemana calon siswa dari sejumlah RW di Talang Mandi harus mendaftarkan diri.

PPDB untuk SMAN 2 Mandau pun diyakini bakal memunculkan persoalan. Masalahnya, zonasi penerimaan calon siswa untuk sekolah ini hanya dari Kelurahan Gajah Sakti dan Batang Serosa saja.

"Kalau zonasi seperti ini diterapkan, saya yakin akan memunculkan persoalan baru. Kalau tidak bisa dicarikan solusi terbaiknya, bisa kacau juga," ujar Jefri Ornando kemarin.

Menurut orang tua calon siswa ini, dirinya bermukim di Kelurahan Duri Timur yang notabene tidak masuk zonasi SMAN 2 Mandau. Juga tidak masuk ke zonasi SMAN 8 Mandau di Kelurahan Air Jamban.

"Biasanya anak-anak Duri Timur masuk ke SMAN 2. Kalau tidak bisa diterima tahun ini, apa mereka tidak bisa menimba ilmu.

Sementara anak-anak dari luar rayon (daerah) ada diberi peluang untuk diterima. Penerimaan seperti ini bisa dikatakan tidak memenuhi rasa keadilan. Soalnya, anak luar daerah bisa. Kok anak Duri Timur yang tinggal dekat sini tidak diberi ruang gerak," ujar Jefri.
Lima bakal calon siswa jebolan SMPN 3 Mandau sempat pula menyambangi SMAN 2 Mandau siang kemarin. "Kami risau karena Duri Timur tak masuk zonasi penerimaan. Karena di Duri Timur tidak ada SMA Negeri, kami mau sekolah dimana lagi," tanya seorang siswi berjilbab sembari diiyakan rekan-rekannya.

Informasi dari seorang staf SMAN 2 Mandau kemarin menyebut, untuk calon siswa dari zonasi Kelurahan Gajah Sakti dan Batang Serosa saja dikabarkan sudah ada 280 orang. "’Siswa yang akan diterima tahun ini hanya 320 orang saja. Hanya tersisa 40 saja untuk jalur prestasi serta dari luar rayon. Sementara untuk sistem reguler tampaknya tidak ada tahun ini," ujarnya.

Karena ini berpotensi memicu masalah baru, Jefri Ornando selaku orang tua calon siswa berharap agar ada perubahan kebijakan di SMAN 2 Mandau ataupun sekolah lain.

 "Kalau bisa tetap ada jalur reguler seperti biasa dan persentasenya jelas. Ini agar calon siswa tempatan tetap punya peluang untuk diterima.

"Permintaan kita agar calon siswa lokal di luar zonasi bisa diterima mendaftarkan diri di sini. Kalau jumahnya banyak, kan bisa saja diseleksi berdasarkan ranking. Artinya mereka harus diberi kesempatan secara fair. Kalau tidak, bisa bahaya. Apalagi kalau dikaitkan dengan rasa keadilan. Lain halnya kalau tiap kelurahan di Duri masuk dalam zonasi SMA Negeri tertentu," imbuh Jefri.(ade)

Laporan SYUKRI DATASAN, Duri



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |