Ungkap Pengasingan Sultan ke Amerika

Film Sejarah Indonesia dalam Atmosfer Western
Ungkap Pengasingan Sultan ke Amerika
Minggu, 01 Juli 2018 - 12:03 WIB > Dibaca 550 kali
 
(RIAUPOS.CO) - MENGHADIRKAN genre drama petualangan pada masa penjajahan Belanda di Jawa, film Buffalo Boys akan tayang Juli tahun ini.

Film yang menggabungkan sejarah Indonesia dan klasik western (barat) ini merupakan produksi Infinite Studios yang bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films.

Film ini menampilkan rentetan aktor seperti Yoshi Sudarso (Suwo), Ario Bayu (Jamar), Pevita Pearce (Kiona), Tio Pakusadewo (Arana), Mikha Tambayong (Sri), Happy Salma (Seruni), Reinout Bussemaker (Van Trach), dan Alex Abbad (Fakar). Ditulis Mike Wiluan dan Rayya Makarim, Buffalo Boys didukung karakter-karakter yang  mampu menarik simpati.

Secara garis besar, Buffalo Boys menceritakan kisah universal tentang cinta, kehormatan, kebencian, balas dendam dan harapan.

Film ini mengisahkan dua saudara yang ingin membalaskan dendam ayah mereka yang seorang sultan setelah bertahun-tahun diasingkan di Amerika (Wild West America).

Dengan visual serta desain set yang rumit, Buffalo Boys menggambarkan warna, nada, dan tekstur dari periode kritis dalam sejarah Indonesia secara akurat bagi penonton. Dengan pengambilan gambar yang dilakukan di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Infinite Studios di Batam, film ini menampilkan keindahan alam Indonesia sebagai latar belakang kisah cinta.

Buffalo Boys digarap tim produksi dan talenta kreatif yang berasal dari Singapura, Indonesia, Thailand, dan Australia. Dipimpin sutradara Mike Wiluan, Buffalo Boys merupakan suatu kolaborasi berjiwa Asia Tenggara.

Lewat siaran persnya, sutradara, penulis, sekaligus produser Mike Wiluan mengungkapkan, dia adalah penggemar film western dengan segala aksinya.

Saat remaja, Mike Wiluan tak pernah melewatkan film-film yang dibintangi Clint Eastwood atau Charles Bronson. Menurut Mike Wiluan, sejarah Indonesia punya potensi untuk dikemas dalam film bergaya western.

“Film Buffalo Boys adalah karya penuh cinta karena kami ingin menceritakan dengan latar belakang penjajahan Belanda di Indonesia. Hal ini untuk mengingatkan orang, terutama generasi milenial dan Generation Z tentang bagaimana sejarah Indonesia yang penuh tantangan dan ketidaksetaraan. Selain itu, bagaimana kita dapat melawan,” tutur Mike Wiluan.

Dia menyebutkan, tujuan film Buffalo Boys adalah membuat film lokal yang dapat bersaing di pasar global. Menurutnya, cerita yang ditunjukkan unik, apalagi bagi penonton global yang ingin memahami sejarah Indonesia.

“Kami berencana membuat lebih banyak lagi film tentang Indonesia untuk khalayak internasional. Kami berharap rakyat Indonesia akan terus mendukung industri perfilman di tanah air yang ke depannya bisa bersaing di ranah global. Kami ingin membuat Indonesia bangga atas kreasi anak negeri,” ujar Mike Wiluan.(int/mng)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |