Cut Meyriska Tampil Beda di Film Jaran Goyang
Cut Meyriska. (INTERNET)

Cut Meyriska Tampil Beda di Film Jaran Goyang
Sabtu, 30 Juni 2018 - 10:08 WIB > Dibaca 308 kali
 
RIAUPOS.CO - Aktris Cut Meyriska tampil beda di film terbarunya Jaran Goyang. Di film tersebut, Meyriska sapaan akrabnya tak hanya berakting, sebaliknya dia harus menyanyi sambil bergoyang dan menari tarian kuda lumping.

‘’Kalau nyanyi mah tinggal nyanyi aja, karena ada basic nyanyi di kamar mandi. Tapi kalau nari kan emang aku enggak bisa,’’ tutur Cut Meyriska saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dara berdarah Aceh ini pun terpaksa belajar menari demi menyempurnakan aktingnya di film tersebut. ‘’Prosesnya jadi agak lama, karena aku harus belajar nari dulu,’’ kata Cut Meyriska. Selain menari, pemilik nama asil Cut Ratu Meyriskan ini juga dituntut bisa menyanyikan ‘’Jaran Goyang’’ bersama penyanyi dangdut, Trio Macan.

‘’Liriknya kan pakai bahasa Jawa, jadi aku harus dengerin terus lagunya dan belajar selama empat hari,’’ paparnya. ‘’Karena aku takut salah (dalam pengucapan) jadi belajar setiap malam sama teman aku yang orang Jawa,’’ sambungnya.

Diilhami dengan kisah nyata yang terjadi di tengah masyarakat Jawa, film Jaran Goyang pun digarap.Sutradara sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS), Findo Purwono. ‘’Jaran Goyang itu terkenal di Jawa Timur sebagai salah satu ilmu pelet. Saya buatnya pun hati-hati, karena orang yang kena ajian Jaran Goyang itu akan sinting,’’ kata Findo Purwono.

Cerita Jaran goyang, menarik ini, film ini beda karena ada mistisnya. Kisah nyatanya menarik banget. Sudah lama banget, sekitar dua tahun lalu, dan akhirnya baru bisa dibuat tahun ini,’’ tambahnya.

Menggarap fllm horor, pasti mengalami kejadian mistis. Nah, kata Findo, saat syuting film Jaran Goyang sempat ada yang kesurupan. ‘’Jadi ada anggota kuda lumping, nari-nari tiba teriak sendiri. Alhamdulillah ada pawangnya dari grup itu sendiri. Alhamdulillah hanya menunjukkan aja keberadaan dia,’’ katanya.

Dalam penggarapannya, Findo memilih daerah Banyuwangi sebagai lokasi syuting. ‘’Kami ambil lokasi di Banyuwangi, daerah Dieng. Sebelum syuting, kami mendesain daerahnya langsung,’’ jelasnya. Seperti apa filmnya, scan barcode dan nikmati trailer filmmnya.(ash/jpg)

Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |