Memperbaiki Salat

Oleh H Kurnia Ilahi MA
Memperbaiki Salat
Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB > Dibaca 2819 kali
 
RIAUPOS.CO - Ramadan merupakan bulan latihan dan bulan pengendalian diri atau hawa nafsu. Pada bulan ini umat Islam dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, di mana setelah selesai Ramadan umat Islam diharapkan bisa mengendalikan hawa nafsunya masing-masing.

Dalam satu tahun atau 366 hari, kita dianjurkan berpuasa wajib dan sunat lebih kurang 171 kali. Atau sekitar 50 persen dalam setahun kita gunakan untuk melatih atau mengendalikan hawa nafsu. Supaya kita jangan dikendalikan oleh hawa nafsu.

Bulan Ramadan itu juga kita dilatih untuk melakukan salat yang baik. Salat yang mempunyai makna dalam hidup ini. Salat dimaksud adalah Salat Tarwih ditambah Salat Witir. Sebagaimana diketahui, Salat Tarwih itu kita disunnahkan melakukannya dengan sempurna. Tenang tidak terburu-buru. Dengan membaca bacaan salat itu dengan baik, lakukan salat itu dengan tenang, baca bacaannya dengan baik.

Kenapa demikian, karena salat yang dilakukan itu adalah menentukan corak kehidupan kita, apakah itu baik atau buruk. “Amal yang pertama kali akan dihisab bagi seseorang hamba pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik maka dinilai baiklah seluruh amalnya yang lain. Dan jika salatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya yang lain”. ( HR. Al-Thabrani )

Salat itu berarti doa. Artinya kita berdoa atau meminta kepada Allah. Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa salat itu adalah kita berbisik-bisik atau berdialog, dan bermohon kepada Allah.

‘’Apabila seseorang di antara kamu melakukan salat, sesungguhnya ia sedang bermunajat (berbisik-bisik) dengan Tuhannya, karena itu hendaknya ia tidak meludah ke depannya dan ke sebelah kanannya, tetapi ke sebelah kiri di bawah kakinya’’. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi kalau kita perhatikan hadist itu, jelaslah bahwa salat itu kita berdialog, bermohon, berbisik-bisik dengan Allah secara berhadap-hadapan. Dengan demikian kita pergi atau mengerjakan salat itu adalah pergi menghadap Allah dengan baik dan bertenang-tenang.***

Oleh H Kurnia Ilahi MA, Guru Besar Perbandingan Agama UIN Suska Riau


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |