Kebakaran Lahan, Dua Helikopter Diterbangkan
Rabu, 13 Juni 2018 - 14:55 WIB > Dibaca 712 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Riau. Kali ini titiknya di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis. Namun, pihak satuan tugas (satgas) karhutla sudah mengantisipasinya. Dua helikopter diterbangkan untuk memadamkan.

Kebakaran lahan ini terjadi sejak Senin (11/6/2018). Mendapat informasi tersebut, Satgas langsung melakukan pengeboman air (water bombing) di titik tersebut. Dua helikopter yang diterjunkan.

“Dua helikopter kita masih memadamkan kebakaran lahan di sana, Rokan Hilir dan Rupat, Kabupaten Bengkalis,” kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau Edwar Sanger, Selasa (12/6/2018) siang.
    
Dia menjelaskan, upaya pemadaman menggunakan helikopter tersebut dilakukan sejak Senin pagi tadi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi titik api di kedua wilayah tersebut.

    
Hasil patroli tim Satgas Karhutla, titik api di kedua lokasi itu cukup sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga harus dikendalikan melalui jalur udara.
    
Lebih jauh, Edwar yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau tersebut mengatakan titik api di Rokan Hilir terdeteksi di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih dan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
   
“Jadi kedua helikopter akan bergantian. Pagi kemarin keduanya sama-sama ke Rohil dan kemudian bergeser ke Rupat,” ujarnya.
    
Dalam sepekan terakhir, BMKG menemukan titik-titik api baru yang bermunculan di sejumlah daerah di Provinsi Riau. Cuaca panas dan disertai penurunan curah hujan membuat titik-titik api bermunculan, terutama di wilayah pesisir Riau.
   
BMKG memprediksi wilayah Riau akan kembali memasuki musim kemarau fase ke dua pada 2018 ini. Prediksi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Riau memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 30 November 2018 mendatang.
    
Perpanjangan status tersebut selain mengantisipasi karhutla, juga sebagai bagian dari upaya untuk menyukseskan pagelaran olahraga akbar se Asia, Asian Games 2018.
   
Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan status Siaga Karhutla sejak 19 Februari 2018 lalu, dan berakhir pada 31 Mei 2018. Saat itu, penetapan status tersebut dilakukan setelah sebelumnya sebagian besar wilayah Riau mulai dilandar kebakaran hebat.
   
Tercatat, seluas 1.870,96 hektare lahan di Provinsi Riau hangus terbakar sepanjang lima bulan pertama 2018 ini, dengan lima kabupaten di antaranya mengalami kebakaran dengan luas di atas 100 hektare. 
   
Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti yang mencapai 896,61 hektare. Setelah Meranti, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah ke dua dengan luas lahan terparah yang hangus terbakar sepanjang musim kemarau periode pertama 2018 dengan total lahan mencapai 345,5 hektare.
    
Kabupaten Siak menempati posisi ke tiga dengan luas lahan terbakar mencapai 131,5 hektare, selanjutnya diikuti Kabupaten Indragiri Hulu 128,5 hektare serta Kota Dumai 120 hektare.(dal)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |