Piala Dunia 2018, Lionel Messi Tak Yakin Argentina Juara, Alasannya...
Lionel Messi. (GETTY IMAGES/ZIMBIO)

GAGAL DI TIGA FINAL
Piala Dunia 2018, Lionel Messi Tak Yakin Argentina Juara, Alasannya...
Selasa, 12 Juni 2018 - 18:15 WIB > Dibaca 493 kali
 
BRONNITSY (RIAUPOS.CO) - Jika gagal lagi di Piala Dunia 2018, rencana Lionel Messi untuk gantung sepatu dipastikan akan sulit dihentikan. Sebab, dia pernah mengumumkan pensiun setelah kegagalan di Copa America 2016.

Namun, kala itu, pemain berjuluk La Pulga tersebut kembali mengenakan kostum Argentina. Di samping lantaran frustrasi karena dia selalu kerap pecundang bersama Argentina dalam tiga final, yakni Piala Dunia 2014 serta dua final Copa America 2015 dan 2016, usia pun menjadi alasan.

”Saya tidak tahu (masa depan di timnas, red). Itu (pensiun, red) tergantung bagaimana kami melakukannya (di Rusia, red) dan bagaimana akhirnya,” ujarnya kepada Sport.

Dia pun secara tidak langsung tidak yakin bahwa Argentina bisa kembali ke partai puncak di Rusia. Keputusasaan Messi itu wajar, terlebih secara usia, jika dirinya masih nekat tampil di Piala Dunia 2020 di Qatar, usianya sudah menapak 34 tahun.

Untuk ukuran striker, selalu tampil prima hingga usia 34 tahun termasuk istimewa. Praktis, peluangnya masih menjadi bagian Argentina di untuk edisi 2020 juga mengecil. Jika jadi pensiun dari timnas usai dari Rusia, dia akan selamanya hidup di bawah bayang-bayang Diego Maradona.

Messi seolah ditakdirkan selalu dibanding-bandingkan dengan legenda hidup Argentina itu. Terlebih, Maradona merupakan aktor utama Argentina saat juara Piala Dunia 1986 di Meksiko. Praktis, yang hanya bisa dibanggakan Messi bersama Argentina adalah medali emas Olimpiade 2008 di Beijing.

”Mencapai tiga final sebelumnya tidak mudah dan layak diberi apresiasi tersendiri. Namun, tampil di final selanjutnya (Piala Dunia 2018, red) juga bukan perkara gampang,” imbuh pemilik lima Ballon d’Or itu.

Adapun pernyataan Messi pun merujuk kepada perjuangan Argentina ke Rusia yang baru dipastikan di akhir-akhir kualifikasi. Kegalauan hati pria yang pada 24 Juni nanti berusia 31 tahun itu seolah mendapat ”dukungan” dari AFA (federasi sepakbola Argentina).

Melalui presiden Claudio Tapia, target Argentina di Rusia adalah menapak semifinal. Hal itu seolah mematahkan harapan Messi dan pendukung Argentina seluruh dunia. Bagaimanapun, juara Piala Dunia dua kali itu sudah tidak pernah lagi merasakan trofi bergengsi sejak 1993 atau 25 tahun silam.

Seharusnya, dengan mampu menjejak final di edisi 2014, target kali ini adalah juara.

”Mencapai empat besar tidak terlalu buruk. Untuk Messi, dia sudah berkontribusi sangat besar bagi persepak bolaan Argentina dan kami bisa tumbuh pesat hingga saat ini karena kami memiliki pemain terbaik di dunia,” ucap Tapia sebagaimana dilansir Goal. (io/ham)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |