Lima Kg Sabu Disimpan dalam Ransel, Pemilik Diduga Kabur
AMANKAN: Personel Bea Cukai Kota Dumai mengamankan 5 kg sabu dari tas ransel penumpang feri dari Batam di ruang penyidikan BC Dumai, Jumat (8/6/2018). (HASANAL BULKIAH/RIAU POS)

Lima Kg Sabu Disimpan dalam Ransel, Pemilik Diduga Kabur
Sabtu, 09 Juni 2018 - 14:09 WIB > Dibaca 708 kali
 
DUMAI (RIAUPOS.CO) - Penyeludupan narkoba kembali terjadi di Dumai. Kali ini melalui jalur transportasi laut. Pelaku mencoba memanfaatkan padatnya arus mudik Idul Fitri.

Ada enam paket sabu seberat 5 kg diduga diseludupkan dari Batam menggunakan kapal ferry, Jumat (8/6). Sayang petugas Bea Cukai (BC) Dumai tidak menemukan siapa pemilik serbuk haram tersebut.  Kuat dugaan pemilik langsung kabur saat petugas menemukan paket sabu yang terdeteksi X-ray di Pelabuhan Pelindo Jalur Internasional.

Informasi berhasil dihimpun Riau Pos  pada pukul 16.45 WIB kapal ferry dari Batam tiba di pelabuhan penumpang Dumai-Malaysia  (jalur internasional) PT Pelindo I Dumai. Selanjutnya pukul 16.50 WIB kapal menurunkan penumpang. Seluruh penumpang dan barang bawaan menuju ke dalam terminal dengan harus melalui pemeriksaan X-ray.

BC Dumai bersama aparat keamanan Dumai melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap kedatangan penumpang. Mereka menemukan dua tas ransel yang terpantau mesin X-ray. Dalam ransel itu diduga ada bungukusan narkoba jenis sabu-sabu. Selanjutnya dua tas ransel itu diamankan BC Dumai, namun pemilik tas ransel tidak ditemukan. Diduga pemilik meninggalkan tas pada saat tas memasuki mesin X-ray.

Saat ini lima paket sabu diamankan di kantor KPPBC Dumai. Petugas terlihat hilir mudik keluar masuk ruangan penyidikan.

Petugas juga tampaknya melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Resort (Polres) Dumai, Satnarkoba. Bahkan Kasatnarkoba Polres Dumai langsung memimpin pengembangan kasus penyeludupan narkoba tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak KPPBC Dumai belum memberikan keterangan resminya terkait tangkapan diduga sabu seberat 5 kg tersebut.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan mengatakan BC Dumai sudah berkoordonasi dengan pihaknya. Namun untuk keterangan resmi dan rilis temuan sabu itu bakal di lakukan BC Dumai.

“Memang pengembangan dilakukan bersama, tapi untuk keterangan lebih lanjut BC Dumai yang menjelaskan,” ujarnya. Sedangkan Humas BC Dumai Khairul Anwar menyebutkan dirinya belum bisa memberikan keterangan.  Untuk diketahui Dumai memang menjadi jalur favorit penyeludupan narkoba. Namun biasanya Dumai hanya jadi tempat transit sebelum sabu itu diedarkan di Medan, Pekanbaru bahkan Jakarta. Itu terbukti dengan beberapa kali penangkapan sabu dengan jumlah besar di Dumai.(hsb)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |