Via Valen Ajak Perempuan Berani
KONFERENSI PERS: Via Vallen saat menghadiri konferensi pers Behind The Scene Theme Song Asian Games 2018 di Ciputat, Rabu (6/6/2018). (IMAM HUSEIN/JPG)

Via Valen Ajak Perempuan Berani
Kamis, 07 Juni 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 538 kali
 
TANGERANG (RIAUPOS.CO) - Wajah Via Vallen (26), tampak tegar. Ditemui di sela syu­ting klip video lagu “Meraih Bintang{, Rabu siang (6/6) di Toha Studio, Ciputat, Via terlihat segar dalam balutan kaus pink. Insiden direct message (DM) yang diduga berasal dari pemain Persija Marko Simic sehari sebelumnya (5/6) sama sekali tak merebut optimisme pedangdut asal Sidoarjo itu.

“Itu masalah lain, nggak boleh ganggu karir saya dong,” katanya.

Awalnya, Via keberatan membahas kejadian tak menyenangkan yang dia alami. “Saya nggak mau rame-rame karenanya,” ujar Via. Dia sendiri tak menyangka bahwa respons publik atas DM yang didapatnya sangat masif dan beragam.

Pelantun “Sayang” itu membenarkan jika dirinya mendapat DM dengan isi pesan yang bersifat melecehkan. Namun, Via sama sekali enggan menyebut nama pengirim DM. Dia memang berjanji tidak akan mengungkapkan si pengirim walau publik sudah menebak bahwa Simic-lah pelakunya.

Walau demikian, Via yang merupakan penggemar sepakbola tahu bahwa pengirim DM itu adalah pemain sepakbola.  “Dia pemain yang lagi bersinar. Tapi saya secara pribadi yang nggak kenal,” tegasnya.

Ketika mendapat DM tersebut, Via merasa syok. “Saya sebagai penyanyi dangdut sering dipandang sebelah mata terus dapat DM begitu ya merasa dilecehkan. Memang saya perempuan apaan” katanya dengan mimik tak kecewa.

Karenanya, Via pun meng-screenshoot DM dan mengunggahnya ke fitur Insta Story. Lengkap dengan percakapannya dengan pengirim DM.

Menurut Via, apa yang dilakukannya untuk bertujuan positif. Dia ingin agar para perempuan tidak tinggal diam jika mendapat perlakuan seperti itu baik di dunia maya maupun dunia nyata. Sudah saatnya perempuan lebih berani untuk angkat bicara jika mengalami insiden pelecehan.

Via menambahkan bahwa jika dia atau perempuan lain diam saja, maka perilaku melecehkan akan terus terjadi. Pelaku akan merasa perbuatannya wajar-wajar saja.

“Kalau kita diam, berarti kita mendukung si pelaku untuk melakukan hal itu lagi dan lagi,” tegas Via.

Atas tindakannya mengunggah DM tidak menyenangkan, Via mendapat dua respons. Ada yang merundung, ada yang mendukung. Merespons para perundung, Via menegaskan bahwa perempuan yang baik tak akan terima mendapat perlakuan seperti itu.

“Kalau yang mendukung si pelaku, pasti mereka mikir itu perlakuan yang biasa aja,” ujar Via.

Di sisi lain, dukungan yang diterima Via pun sangat banyak.  Seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Dia mendukung agar Via membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Yohana menilai kasus yang menyangkut Via itu memang berkaitan erat dengan harga diri dan martabat seorang perempuan. Bila ada perempuan yang mendapatkan masalah atau kekerasan seksual harus berani untuk melapor. Karena sudah ada undang-undang yang melindungi perempuan.

”Jadi ini memang pelecehan martabat perempuan. Saya juga kalau dapat seperti itu pasti saya marah dan melawan,” ujar Yohana usai Rapat Dengar Pendapat di komisi VIII DPR, Rabu (6/6).

Via sendiri mengucapkan terima kasih atas dukungan kepadanya. Apakah akan melapor ke pihak berwajib. Via menjawab tidak. Sebab, apa yang dia lakukan bertujuan sebagai pengingat agar para perempuan Indonesia lebih berani bertindak jika diperlakukan tak sopan.(jun/bay/lum/jpg)





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |