Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Ilustrasi. (JPG)

UNTUK KEGIATAN OPERASIONAL
Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Rabu, 06 Juni 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 404 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polri kabarnya meminta tambahan anggaran hingga Rp44 triliun ke pemerintah untuk memaksimalkan penanganan kasus terorisme yang sejauh ini masih menjadi momok bagi keamanan di Indonesia.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, anggaran polri tahun ini telah mencapai Rp100 triliun. Akan tetapi, pagu indikatifnya hanya berkisar Rp60-70 triliun. Karena itu, Polri butuh dana tambahan untuk kegiatan operasional.

"Kalau anggaran kami tahun ini lebih dari Rp100 triliun. Nah yang kemarin diajukan pagu indikatifnya Rp60-70 triliun. Makanya diminta tambahan lagi," katanya di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Saat ini, imbuhnya, penyebaran sel-sel teroris telah merata hingga 34 provinsi. Jumlah itu meningkat dari tahun 2012 yang hanya 16 daerah rawan. Atas dasar itu, Kapolri telah menginstruksikan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk membina satuan tugas (satgas) anti teror 34 Polda seluruh Indonesia.

Diketahui, satgas itu sendiri terdiri dari personel-personel polisi dari setiap Polda.

"Pemetaan kita sudah 34 Polda dan ini ada semua itu ada sel-sel teroris. Oleh sebab itu, bapak Kapolri minta Densus 88 membina satgas-satgas antiteror di daerah," imbuhnya.

Adapun permintaan anggaran tambahan juga dikarenakan naiknya tunjangan anggota kepolisian. Dengan begitu, secara otomatis Polri butuh dana lebih untuk membayar gaji para anggotanya.

"Tunjangan kerja kita kan juga naik diumumkan pak Presiden 70 persen dari yang sekarang hanya 53 persen. kan lebih banyak lagi memerlukan biaya," sebutnya.

Dia menyampaikan, Rp44 triliun anggaran tambahan itu tidak hanya untuk penanggulangan terorisme, tetapi juga termasuk anggaran belanja pegawai hingga pembelian peralatan keperluan penyelidikan.

"Belanja modal beli peralatan IT. IT ini kan kadang-kadang 6 bulan sudah berubah, sudah out of dead. Kami memerlukan peralatan-peralatan yang canggih untuk melakukan penyidikan invesitigasi," tandasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | politik | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |