Penyakit Jantung Koroner Incar Siapa Saja
Dokter Gladys Chintya Darma. (FOTO KOLEKSI PRIBADI)

Penyakit Jantung Koroner Incar Siapa Saja
Senin, 04 Juni 2018 - 10:08 WIB > Dibaca 275 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pola hidup sehat memang gencar digalakkan saat ini. Beriringan dengan itu, berbagai ancaman penyakit pun semakin banyak membayangi. Salah satu penyakit paling umum dialami oleh masyarakat perkotaan adalah penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit mematikan ini kian hari kian banyak diidap. Bahkan di usia muda.

Dahulu kecurigaan penyakit ini identik pada pria usia di atas 45 tahun ataupun wanita usia di atas 55 tahun. Namun, semakin hari usia penderita penyakit jantung koroner semakin muda. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Menurut dokter cantik dr Gladys Chintya Darma memang kasus tersebut semakin sering dijumpai. Sebelum membahas hal tersebut lebih lanjut, ia terlebih dahulu memaparkan fungsi jantung.

“Kita harus tahu dulu apa fungsi jantung. Jantung merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh yang berfungsi sebagai alat pompa untuk mengedarkan darah. Dalam keadaan normal jantung mampu berdetak sebanyak 60-100 kali dan memompakan 5-6 liter darah dalam satu menit. Seperti organ tubuh lainnya jantung memerlukan nutrisi dan oksigen untuk bekerja memompakan darah, dalam hal ini menjadi tugas dari arteri koroner sebagai alat untuk menyampaikan nutrisi dan oksigen ke jantung,” paparnya.

Nah, penyakit jantung koroner sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya sumbatan pada arteri koroner dan merupakan salah satu penyebab kematian mendadak paling sering terjadi.

Dr Gladys melanjutkan, terganggunya aliran darah pada arteri koroner terjadi karena adanya kontraksi atau timbunan lemak serta zat-zat lain yang membentuk plak pada dinding arteri yang disebut sebagai aterosklerosis.

Bila plak ini pecah, maka dapat menimbulkan penyumbatan total pada arteri koroner. Sehingga nutrisi dan oksigen ke jantung menjadi terhambat.

“Ini yang membuat kerja otot jantung menjadi terganggu. Bahkan sampai menyebabkan kematian otot jantung. Hal inilah yang sering menimbulkan keluhan nyeri dada pada penderita penyakit jantung koroner. Proses ini sebenarnya sudah terjadi sejak individu berusia anak-anak dan terus berkembang sampai akhirnya menimbulkan gejala yang menyebabkan siapa saja bisa terserang penyakit jantung koroner,” paparnya.

Lalu, siapa saja orang yang berpotensi terserang penyakit jantung koroner? Seyogyanya, menurut dokter berhijab ini, potensi PJK ada pada pria di atas usia 45 tahun dan wanita di atas 55 tahun. Namun, pada kenyataannya ia pernah mendapati seorang pria usia 35 tahun terserang penyakit ini. Bahkan, di tempat lain pernah di usia yang lebih muda lagi.

Tentu banyak dari kita yang bertanya, mengapa penyakit yang identik dengan orang tua ini akhirnya mulai diidap oleh usia muda? Dilanjutkan dr Gladys, penyebabnya adalah pola  hidup masyarakat yang modern seperti aktifitas fisik yang kurang, merokok, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, dan stres.

Beberapa masalah metabolisme seperti obesitas, penyakit diabetes, penyakit hipertensi, serta faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, ada keluarga kandung dengan riwayat penyakit jantung koroner turut memperbesar risiko terjadinya penyakit ini.

Oleh karena itu, Ladies harus mulai menghindari hal-hal di atas. Karena tak bisa  dipungkiri, hal tersebut dekat dengan masyarakat perkotaan saat ini.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terserang penyakit jantung koroner di antaranya, olahraga secara teratur. Olahraga yang ringan saja tidak perlu yang berat seperti, jalan santai, joging. Hal tersebut bisa dilakukan minimal 3 kali dalam sepekan dengan durasi minimal 30 menit.

“Solusi pencegahan atau mengurangi resiko ya memperbaiki pola hidup menjadi lebih baik. Hindari makanan dengan kadar kolesterol tinggi, lemak jenuh, dan berbahan pengawet. Mulai untuk konsumsi sayuran hijau dan makanan dengan kandungan omega 3 serta serat yang tinggi. Jangan merokok. Jika Anda seorang perokok berat, maka mulailah untuk berhenti karena merokok merupakan salah satu faktor risiko untuk terserang penyakit jantung koroner. Hal yang sama juga dialami pada perokok pasif, maka hindari juga asap rokok,” lanjutnya.

Di samping itu, Ladies harus menghindari stres. Sebaiknya kamu mulai mengatur jadwal untuk relaksasi atau santai dari aktifitas anda yang padat. Kamu disarankan untuk menjaga bentuk badan yang ideal. Sebab, jantung koroner biasa menyerang orang dengan memiliki kelebihan berat badan atau obesitas.

Rutin untuk cek kesehatan dan konsultasi ke dokter setidaknya memantau tekanan darah, kadar gula darah sehingga Anda bisa mengetahui perkembangan kesehatan secara rutin dan mengatasinya dengan segera jika mengalami gangguan.(azr)

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |