8 Pelajar SMP Tidak Lulus
Selasa, 29 Mei 2018 - 12:27 WIB > Dibaca 226 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Kelulusan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Kota Pekanbaru telah diumumkan serentak Senin (28/5) pukul 14.00 WIB. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, ada delapan pelajar yang tidak lulus.

Dengan rincian, dari 9915 pelajar SMP negeri yang ikut ujian nasional, empat pelajar tidak lulus atau 99,96 persen. Sedangkan SMP swasta, dari 4.731 peserta UN, empat tidak lulus (99,92 persen). Sementara, MTs lulus 100 persen.

Informasi ini diungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal kepada Riau Pos di ruang kerjanya, Senin (28/5). Ia juga merincikan pelajar yang tidak lulus tersebut. Untuk SMP negeri, masing-masing berasal dari SMP Negeri 8 (1 orang), SMP Negeri 18 (1 orang), dan SMP Negeri 40 (2 orang).

“Untuk tingkat SMP swasta ada 4 orang yang tidak lulus. Di antaranya SMP Sejahtera sebanyak  1 orang, SMP Muhammadiyah 1 orang, SMP Annur 1 orang dan SMP Teknologi 1 orang,” ungkap Jamal.

Ia menjelaskan, ketidaklulusan pelajar ini ditentukan oleh pihak sekolah. Dari laporan yang diterimanya, kebanyakan pelajar tidak lulus dikarenakan perilaku di sekolah maupun tingkat kehadiran di sekolah tidak sampai 60 persen. Bahkan ada pelajar yang bermasalah dengan hukum

“Namun, tingkat kelulusan kita tahun ini alhamdulilah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, Pekanbaru di peringkat pertama se-kabupaten/kota di Riau. Bahkan dengan UNBK, ada sembilan pelajar kita di Pekanbaru yakni di SMP Negeri 4 yang mencapai nilai matematika sempurna,” bebernya.

Ia menambahkan, pasca-pelaksanaan UNBK maupun UNKP, ada evaluasi soal dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) terkait soal. Diharapkan, ke depannya menjadi lebih baik dalam soal yang akan diuji.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer sangat mengapresiasi dengan tingkat kelulusan SMP dan hasil UN yang mendapat peringkat pertama di Riau. “Akan tetapi kami tetap mengimbau bagi siswa tingkat SMP ini agar tidak terlalu euforia dalam kelulusan terutama coret-coret. Lebih baik baju itu disumbangkan kepada yang membutuhkan. Selain itu jangan ada konvoi yang mengganggu ketertiban jalan dan coret-coret fasilitas sekolah,”himbau Sekko.

Lebih baik kata Sekko Siswa yang lulus SMP ini mempersiapkan masuk sekolah menengah atas (SMA). Apalagi masuk SMA memerlukan kesiapan mental terlebih lagi saat ini masuk sekolah menggunakan sistem zonasi.

“Kami berharap siswa yang lulus ini bisa tertampung ke sekolah yang diinginkan berdasarkan sistem zonasi,” sebutnya.(tya)




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |