Redakan Gigi Sensitif Pengganggu Momen Makan
Dokter Gigi Hj Nova Susanti Putri.

Redakan Gigi Sensitif Pengganggu Momen Makan
Senin, 28 Mei 2018 - 10:44 WIB > Dibaca 641 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki bulan Ramadan biasanya konsumsi makanan dan minuman panas atau dingin menjadi meningkat nih. Kalau berbuka, inginnya mengonsumsi minuman atau takjil dingin dengan tambahan es. Sedangkan untuk sahur, biasanya prefer ke menu-menu hangat ala rumahan.

Nah, bagi si penderita gigi sensitif, momen menikmati makanan atau minuman dingin, panas dan asam biasanya nggak berjalan dengan mulus. Gigi yang sensitif terhadap makanan tersebut memberi respon yang bikin momen makan jadi nggak nyaman dan mengganggu. Apakah Ladies pernah merasakannya?

Menurut dokter spesialis gigi, drg hj Nova Susanti Putri keluhan gigi sensitif memang cukup banyak terjadi di kalangan masyarakat. Lalu, apa sih sebenarnya gigi sensitif itu?

“Gigi sensitif adalah keadaan di mana gigi dirasa tidak nyaman, ngilu, sakit, yang dipicu oleh faktor makanan atau minuman. Penyebabnya bisa jadi karena lapisan email gigi sudah terkikis ataupun akar gigi yang sudah terbuka,” ujarnya.

Drg Hj Nova melanjutkan, bahwa gigi sensitif tersebut bisa juga disebabkan karena kondisi gigi yang berlubang dan abrasi lho Ladies. Gejalanya sendiri biasanya berupa rasa sakit dan ngilu pada gigi saat menggigit es atau makanan panas. Rasa sakit tersebut tentu bisa membuat Ladies menghentikan momen makan sejenak. Karena ketidaknyamanan yang dirasakan. Menurut dokter satu ini, keluhan gigi sensitif banyak terdapat dari usia muda lho Ladies.

“Kasusnya banyak terjadi di kalangan anak muda. Sekitar usia 20 tahunan. Bisa jadi karena perawatan gigi yang kurang baik. Misalnya salah dalam cara menyikat gigi atau faktor makanan seperti yang disebutkan tadi,” sambungnya.

Karena rasa sakit yang ditimbulkan hanya sebentar dan bersifat sementara, banyak dari kita yang mengabaikan rasa sakit itu. Jangankan untuk melakukan pengecekan ke dokter, untuk mencari tahu sendiri penyebabnya pun enggan dilakukan. Alhasil, lama-kelamaan, kondisi semakin buruk. Ditambah lagi dengan perawatan gigi yang tidak tepat. Sehingga kondisi gigi yang sensitif pun bertambah parah.

“Biasanya pasien gigi sensitif sering mengabaikan rasa sakit. Karena rasa ngilunya tidak datang setiap saat. Melainkan hanya timbul apabila ada faktor pemicunya saja. Sehingga pasien tidak begitu memperdulikannya. Padahal, itu justru membuat gigi sensitif menjadi berkelanjutan,” terangnya lagi. 

Sampai akhirnya si pasien merasa bahwa ngilu yang terjadi saat mengkonsumsi makanan dingin dan panas semakin berlebihan. Misalnya, sewaktu minum air dingin. Ini biasa penyebabnya terjadi abrasi gigi atau pengikisan gigi. Sehingga email sudah tidak ada lagi untuk menjaga kepekaan gigi tersebut. Di saat kondisi tersebut sudah terjadi, barulah mendatangi dokter.

Di kondisi seperti itu, email  gigi sudah habis dan rasa ngilu makin parah, tindakan yang bisa dilakukan adalah penambalan. Tindakan ini harusnya tidak perlu terjadi. Apabila Ladies sedari awal sudah aware dengan apa yang dirasakan oleh gigi. Jika dari awal melakukan pengecekan, melakukan upaya pencegahan dan mengubah kebiasaan, tentu lapisan email tak sampai terkikis habis.

“Itulah mengapa rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali itu penting. Agar bisa mencegah kerusakan pada gigi. Jika ditemukan masalah seperti gigi sensisif, tentunya dokter langsung mengharuskan si pasien menjaga pola makan atau minum kita sehari. Termasuk memperhatikan cara perawatan gigi kita seperti menyikat gigi. Dengan begitu, kenyamanan saat makan karena gigi sensitifpun tak sampai parah,” paparnya.

Lalu, apakah perlu penderita gigi sensitif yang parah mendapat perawatan dari dokter? Menurut drg Hj Nova memang konfisi seperti itu pernah terjadi. Di mana si pasien merasakan ada kelainan seperti ngilu pada giginya yang tidak tertahankan.  “Ini adalah awal dari terbentuknya karies gigi. Sehingga kedepannya akan terjadi infeksi di gigi seperti pembengkakan dan perlu penanganan medis,” sambungnya lagi.

Ngeri juga ya Ladies kalau sampai terjadi pembengkakan akibat gigi sensitif yang dibiarkan. Nah, Ladies yang sudah menderita gigi sensitif mulai sekarang harusnya lebih menjaga kesehatan gigi. Jangan sampai deh menyesal di kemudian hari. Kamu bisa mulai menggunakan  pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Kemudian, perbaiki cara menyikat gigi.

Misalnya, memilih sikat gigi yngg berbulu lembut dan cara penyikatan gigi yngg benar dan juga menghindari faktor pemicu yngg membuat gigi menjadi sensitif seperti faktor makanan dan minuman tadi. Kalau sudah begini, momen makan dan minum yang panas atau dingin nggak akan jadi nightmare lagi deh.(azr) 

Laporan SITI AZURA, Pekanbaru


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |