Ini Usia Aman Anak Gunakan Handphone
ilustrasi - internet

Ini Usia Aman Anak Gunakan Handphone
Minggu, 27 Mei 2018 - 14:30 WIB > Dibaca 439 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Selama ini banyak orang tua sudah mengenalkan handphone kepada anaknya sejak dini. Alasannya mengenalkan gawai tersebut agar buah hatinya tidak rewel. Ternyata mengenalkan gawai tersebut harus memerhatikan usia yang pantas. Minimal 13 tahun.

Standar usia itu dikemukakan oleh Asisten Deputi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberadayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Menurutnya, umur 13 tahun diketahui telah bijaksana menggunakan gawai, karena sudah layak menimbang hal baik atau tidak untuk dirinya.

Tapi pada kenyataannya selama ini, orang tua lebih memilih memberikan handphonenya kepada anak. Alasannya supaya si anak bisa diam dan tidak rewel. Yang penting anak diam, itu pemikiran yang salah yang ditanam di orang tua,” ujar Dermawan di Gedung KPPPA, Jakarta.

Untuk itu orang tua harus memerhatikan dan memberikan pendampingan kepada anaknya. Terutama si anak sedang memainkan HP atau menonton televisi. Sebab tayangan televisi tidak kalah lebih bahaya. Terutama di TV kabel. Di sana tayangannya tidak ada sensor dan kerap mengandung kekerasan. “Makanya pengawasan harus tetap dilakukan orang tua,” ungkap Dermawan.

Mengantisipasi agar gawai-gawai tersebut tidak diincar si anak untuk mainan mereka, maka orang tua harus menempatkan gawai, laptop, komputer di kamar orang tua itu sediri.

Ironisnya ketika anak-anak dilarang menggunakan handphone, ternyata orang tua malah memakai smartphone. “Ketika anaknya dibilang nggak boleh pegang HP, seringkali orang tua memainkannya. Itu persoalannya nggak memberikan contoh,” terangnya.

Untuk itu, harap Dermawan, orang tua harus bijak dalam memberikan pendampingan literasi. Seperti ketika hari libur sebaiknya orang tua menggunakan waktu luang mereka itu untuk mengajak anak-anaknya menghabiskan waktu bersama.

“Alihkan anak dari gadget, misal hari-hari libur ajaklah jalan-jalan keluar dan berikan akses gadget barang 2-3 jam,” jelas Dermawan. Penggunaan waktu luang ini dapat membina hubungan anak dan orang tua terjalin semakin akrab.

Anak-anak memang tidak bisa sepenuhnya dilarang menggunakan HP.(rgm/jpc)



Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | politik | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |