Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
TERAPI: Walau telah dewasa, anak autis harus tetap diterapi. Untuk itu diperlukan peran orangtua agar dapat memahami anaknya, sehingga mereka pun memerlukan terapi. Sekolah Luarbiasa Anak Mandiri for Riau Pos

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis
Minggu, 20 Mei 2018 - 11:52 WIB > Dibaca 569 kali
 
(RIAUPOS.CO) - Tidak dapat dipungkiri bahwa terapi merupakan cara terbaik untuk membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapi. Demikian juga bagi anak-anak autis yang mengalami hambatan tumbuh kembang dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.  Selain bertujuan untuk melatih anak agar bisa bersosialisasai, terapi juga diperlukan anak autis untuk melatih kemandirian dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Namun, ternyata terapi tidak hanya diperlukan oleh anak autis maupun ABK lainnya. Dalam dialog interaktif bertajuk “Best and Proven Way to Treat Autism”  yang digelar Klinik Terapi dan  Sekolah Luar Biasa Anak Madiri di Hotel Aryaduta, pekan lalu, terungkap bahwa terapi juga diperlukan oleh para orangtua yang memiliki ABK, seperti autis. Tujuannya, selain untuk membantu dalam melanjutkan terapi di rumah, juga untuk meningkatkan pemahaman orangtua dalam menghadapi kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Terapi yang diikuti setiap anak autis di klinik terapi biasanya sekitar satu jam dalam setiap sesi. Jika orangtua juga ikut memahami jenis terapi yang diberikan, tentu mereka bisa melanjutkan terapi serupa di rumah, sehingga hasilnya akan lebih optimal dibandingkan cuma jadwal terapi di pusat terapi,” tutur Rovanita Rama, Pemiliki Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri  yang didampingi Fanshur Dhigfain, terapis wicara di Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri.

Dalam dialog tersebut juga dibahas mengenai pendidikan bagi anak autis, sebagai bekal bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan  dalam memupuk kemandirian.  Sebagaimana anak-anak umumnya, kemampuan anak-anak autis juga tidaklah sama antara satu dengan lainnya.  Karena itu, dierlukan jenis pendidikan dan pelatihan yang tepat agar anak  mendapat bekal pengetahuan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Anak autis dapat dibedakan berdasarkan kemampuan dasar mereka dalam bersikap, yaitu low function dan high function. Anak autis low function umumnya memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat rendah, bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.  Bagi anak-anak seperti ini, pembelajaran yang diberikan lebih difokuskan kepada peningkatkan kemampuan dasar mereka dalam mengasah keterampilan. Karenanya, selain mengikuti terapi dan pendidikan di sekolah khusus, mereka juga diarahkan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri guna meningkatkan kemandirian dan kemampuan dalam mengontrol perilaku.

Berbeda halnya dengan anak autis high function yang lebih mampu dalam berinteraksi, sekaligus memiliki kontrol diri yang lebih baik dibandingkan anak autis low function. Mereka bisa melanjutkan pendidikan di sekolah umum yang memiliki program inklusi, yaitu program khusus untuk ABK. Tentu saja hal ini memerlukan kerja sama dari pihak sekolah inklusi, dalam menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan anak-anak autis maupun ABK lainnya.

“Masalahnya, saat ini masih sangat terbatas sarana dan fasilitas pendukung yang bisa disediakan sekolah inklusi. Terutama bagi anak-anak autis yang memerlukan lebih banyak pendampingan dalam setiap aktivitasnya, kita berharap perhatian untuk anak autis bisa lebih ditingkatkan di masa datang,” harap Rovanita.

Selain perlakuan berbeda terhadap anak autis low function dan high function, pemberian diet bagi anak autis juga tidak sama antara satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan adanya pantangan yang berbeda pada setiap anak dalam konsumsi makanan tertentu. Karenanya, diperlukan makanan yang tepat, agar anak autis bisa tumbuh dan berkembang optimal.  Namun, secara umum anak autis rentan terhadap protein susu.(izl)



Laporan DESLINA, Pekanbaru



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |