Dimulai dengan Gajah, Diakhiri dengan Saling Simbah
BERSAMA GAJAH: Camat Ukui Amri Juharza S Kom (kiri depan) bersama Ustaz Suardi SAg (tengah depan) dan Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Habibi Hapri SH menyiram tokoh masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga dalam mandi balimau potang mogang bersama gajah di Sungai Nilo, Sabtu (12/5/2018). (CF1/MIRSHAL/RIAU POS)

MANDI BALIMAU POTANG MOGANG BERSAMA GAJAH DI TESSO NILO
Dimulai dengan Gajah, Diakhiri dengan Saling Simbah
Rabu, 16 Mei 2018 - 12:10 WIB > Dibaca 963 kali
 
PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Jelang Ramadan, helat mandi balimau sudah dimulai di beberapa tempat. Begitu juga dengan masyarakat Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Sungai Nilo yang membelah Desa Lubuk Kembang Bunga dibanjiri manusia, Sabtu lalu (12/5). Ribuan orang masuk ke dalam sungai. Bahkan sejak siang, sebelum mandi balimau itu benar-benar dimulai.

Kegembiraan terlihat di setiap wajah masyarakat yang datang bersama keluarga. Meski matahari terik, tidak menyurutkan langkah kaki mereka untuk menghadiri acara yang hanya digelar sekali setahun ini. Sebagian ada yang mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan yang dilaksanakan di depan rumah adat, tapi ada juga yang nekat masuk terlebih dulu ke dalam sungai. Mayoritas anak-anak. Pastilah didampingi orangtuanya. Sementara, tim penyelamat sudah bersiap dan berjaga di setiap sudut sungai.

Puluhan orang menggelar dagangan di tepi jalan raya, hingga tepi sungai yang berbentuk pulau dengan pasirnya yang putih dan bersih. Suasana makin ramai. Pasir ini juga sampai ke tengah sungai berwarna kecokelatan yang dalamnya hanya sepinggang orang dewasa. Ada bagian yang dalam, tapi tidak banyak. Tim penjaga keamanan lebih sering berdiri di bagian ceruk sungai yang dalam itu.

Di atas jembatan besar yang menghubungkan tepian dua sungai ini juga dilewati banyak orang. Tidak pernah sepi. Setiap kali lewat, mereka pasti melihat ke arah sungai. Dan anak-anak melambaikan tangan sambil berteriak, ‘’balimau basamo gajah!’’

Mandi balimau tahun ini memang berbeda dengan sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya hanya mandi balimau biasa, tahun ini mandi balimaunya bersama gajah. Maka disebutlah kegiatan ini dengan mandi balimau basamo gajah. Selain gajah yang berada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), juga ada gajah yang diangon PT RAPP yang beroperasi di kawasan tersebut. Ada tiga gajah sekaligus. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat sangat antusias.

Untuk meramaikan kegiatan tersebut, pemerintah desa bekerja sama dengan TNTN membuat beberapa rangkaian kegiatan yang dimeriahkan dengan silat pangean, tari-tarian, atraksi karate, dan elu-eluan dari berbagai tokoh masyarakat. Ratusan jenis kuliner dan jajanan juga muncul di setiap sudut lokasi acara. Ramai. Tidak seperti tahun sebelumnya.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |