Wan Azizah Dobrak Dominasi Pria
Wan Azizah Wan Ismail. (INTERNET)

Wan Azizah Dobrak Dominasi Pria
Sabtu, 12 Mei 2018 - 11:45 WIB > Dibaca 557 kali
 
KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) - Kamis malam (10/5), Wan Azizah Wan Ismail resmi menjadi timbalan (wakil) perdana menteri (PM) Malaysia. Dia menjadi wakil PM perempuan pertama di negara multirasial berpenduduk 30 juta jiwa tersebut. Fakta itu melahirkan euforia di dunia maya. Tidak hanya netizen Malaysia saja yang heboh, tapi seluruh dunia.

”Wan Azizah menorehkan sejarah baru di Malaysia. Yeay!,” kata Ummu Atiyah Ahmad Zakuan dalam sambungan telepon dengan Jawa Pos (JPG) Jumat (11/5). Istri Anwar Ibrahim itu, menurut dia, membuat bangga  seluruh perempuan di Malaysia. Dan, bahkan, seluruh perempuan di berbagai penjuru bumi. Sebab, ibunda Nurul Izzah itu telah mengangkat derajat kaum hawa ke level yang lebih tinggi.

Sebagai koordinator dosen ilmu politik Universiti Utara Malaysia (UUM) di Negara Bagian Kedah, jabatan baru Wan Azizah itu membangkitkan kepercayaan dirinya.

”Perempuan tidak harus mengubur dalam-dalam impian mereka setelah menikah. Buktinya, Wan Azizah bisa. Kita juga pasti bisa,” ungkap perempuan yang sebentar lagi akan meraih gelar profesor tersebut.    

Namun, mengingat PM Mahathir Mohamad sedang mengupayakan full royal pardon untuk Anwar Ibrahim, bisa jadi jabatan Wan Azizah tidak akan lama. Begitu mendapatkan ampunan penuh, Anwar bisa langsung kembali berpolitik. Kemungkinan besar, Wan Azizah akan memberikan posisinya kepada sang suami. ”Itu baru spekulasi saja. Spekulasi yang sangat mungkin,” kata Ummu.

Pada 2015, Wan Azizah maju sebagai kandidat Parti Keadilan Rakyat (PKR) dalam pemilu sela di Permatang Pauh. Sebab, Anwar kembali masuk penjara setelah Pengadilan Banding memutuskannya bersalah dan harus menjalani sisa hukuman. Perempuan 65 tahun itu menang dengan dukungan lebih dari 8 ribu suara saat itu. Maka, dia pun lantas menjadi wakil rakyat, menggantikan posisi sang suami.

Kini, saat kondisi yang sama kembali tercipta dengan posisi berkebalikan, Wan Azizah bisa jadi merelakan kursi wakil PM untuk sang suami. “Itu tidak sedikitpun kemudian mengecilkan peran Wan Azizah. Beliau adalah medical doctor dengan prestasi gemilang. Beliau adalah ibu yang hebat untuk putra-putrinya. Beliau juga ketua PKR yang jempolan. Tidak ada yang menyangsikan itu,” papar Ummu.

Di bawah Wan Azizah, PKR menjadi satu-satunya partai politik Malaysia yang serius menggarap program pemberdayaan perempuan.(hep/jpg)

Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |