Yuk, Move On dari Fobia
Psikolog Auliya Syaf MPsi Psi. (FOTO KOLEKSI PRIBADI)

Yuk, Move On dari Fobia
Senin, 30 April 2018 - 12:02 WIB > Dibaca 3946 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS-CO) - Ladies punya fobia terhadap sesuatu nggak? Misalnya terhadap kegelapan, takut pada binatang dan hal-hal lainnya? Biasanya, setiap kita memiliki satu fobia terhadap hal yang berbeda-beda. Sebagian bisa melawan rasa takutnya. Tapi sebagian lagi justru tidak bisa move on. Sampai-sampai fobianya mengganggu kegiatan sehari-hari lho. Wah, nggak banget tuh. Biar lebih jelas soal fobia, yuk kita simak ulasan Ladies kali ini.

Fobia sendiri adalah  ketakutan atau kecemasan terhadap suatu objek atau situasi tertentu. Seperti yang disebut di atas, misalnya takut pada binatang dan nggak jarang pada hal-hal aneh yang sebenarnya sama sekali nggak menakutkan.

Ladies sudah tahu belum penyebab terjadinya fobia ini? Menurut salah satu psikolog di Pekanbaru, Auliya Syaf MPsi Psi, banyak hal yang menyebabkannya. Namun, kejelasannya memang belum diketahui secara pasti.

"Fobia bisa disebabkan oleh rasa trauma terhadap sesuatu. Biasanya berkaitan dengan pengalaman buruk yang pernah dialami. Penyebab lainnya bisa karena perubahan yang terjadi pada fungsi otak. Faktor genetik dan lingkungan pun memberi andil seseorang bisa mengalami fobia," paparnya.

Yang umum terjadi ialah karena faktor traumatis. Misalnya, seseorang takut pada kambing karena pernah dikejar dan diseruduk oleh kambing di masa lalu. Takut pada ketinggian karena pernah jatuh dan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Pengalaman tersebut terus teringat dalam memori. Sehingga membuat seseorang menjadi enggan untuk mendekati hal-hal yang dianggap memberikan pengalaman buruk tersebut.

Memori akan hal tersebutlah yang akhirnya membuat seseorang merasa takut atau cemas. Dalam beberapa kasus, kecemasan dan ketakutan yang terjadi bahkan sudah mengganggu dan membuat seseorang menjadi benar-benar enggan untuk berhadapan dengan situasi atau pun benda yang mereka takuti. Respon seperti menangis, teriak bahkan pingsan bisa terjadi jika seseorang memiliki fobia yang berlebihan.

"Fobia dikatakan mengganggu apabila objek atau situasi yang ditakuti atau dicemaskan, sudah mengganggu kehidupan dirinya. Dalam arti mengganggu kegiatan sehari-hari yang meliputi pekerjaan, pendidikan, sosial. Sampai kepada kegiatan yang memerlukan interaksi dengan orang lain. Ini terjadi selama 6 bulan berturut-turut tanpa henti. Jika tak sengaja bertemu objek atau situasi tersebut, pasti akan selalu dihindari," lanjutnya.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |