Kompol Andi Hentikan Telepon Ibunya, Takut Disambar Petir
Almarhum Kompol Andi Chandra.

KELUARGA TAK MENYANGKA SANG WAKAPOLRES TELAH TIADA
Kompol Andi Hentikan Telepon Ibunya, Takut Disambar Petir
Rabu, 25 April 2018 - 01:57 WIB > Dibaca 1283 kali
 
SIMALUNGUN (RIAUPOS.CO) - Kepergian Wakapolres Labuhanbatu Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra untuk selamanya akibat tenggelam saat menaiki speedboad Sabtu (21/4/2018) lalu tidak disangka-sangka keluarganya. Bahkan saat dikabari bahwa anaknya meninggal dunia ibu Andi Chandra, Sumarmi sempat tidak percaya.

Sumarmi tak kuasa menahan air mata saat menceritakan detik-detik sebelum mendapat kabar anak sulungnya itu meninggal dunia. Suaranya parau dan tersedu-sedu di rumah duka.

Sumarni menceritakan tidak ada firasat apa pun bahwa akan kehilangan anak pertamanya dari empat bersaudara. Sebab, sesaat sebelum Andi Chandra dinyatakan hilag setelah boat yang ditumpanginya tenggelam, dia masih berteleponan dengan ibunya di atas boat. Sumarmi masih sempat menanyakan kabar serta waktu kepulangannya ke kampung.

“Tidak ada firasat apa-apa sama sekali. Terakhir kali sedetik sebelum kejadian itu kami teleponan. Cuma karena ada hujan dan petir makanya dimatikan lah, ya sudah lah gitu dulu, katanya. Teleponnya takut disambar petir. Tidak berselang lama, dapat kabar kapalnya karam usai pulang dari acara itu,” kata Sumarmi.

“Tidak percaya saya dapat kabarnya, saya bilang kami baru teleponan. Langsung tidak sanggup lagi saya dengarnya,” katanya.

Dalam perbincangan terakhir, Sumarni sempat menanyakan kepastian kapan Andi akan pulang. Sumarni juga sempat tanyakan, apa tahun ini akan lebaran bersama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Dia bilang, belum tahu Mak,” ungkap Sumarni sambil menyeka air mata.

Sumarni mengisahkan, anak sulungnya ini adalah tulang punggung dalam keluarga. Andi sosok yang baik dan peduli keluarga, tetangga. Kesehariannya Andi dikenal imam keluarga yang saleh, disiplin ibadah salat lima waktu, dan hidup sehat tanpa rokok.

“Anaknya ini saleh sekali orangnya, salatnya rajin, tidak pernah merokok. Harapan kami, segala kesalahan dia dimaafkan, kepada negeri kami ucapkan terima kasih telah mendidik anak kami, kepada pimpinannya kami berharap keluarga kami tetap diperhatikan dan dipedulikan,” pungkasnya.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif |