Ahmad Abdul, Suaranya yang Unik Disukai Pengunjung Kafe
Ahmad Abdul. (Foto: Indonesia Idol, Youtube)

MENGENAL DUA FINALIS INDONESIA IDOL 2018 (2)
Ahmad Abdul, Suaranya yang Unik Disukai Pengunjung Kafe
Senin, 16 April 2018 - 12:08 WIB > Dibaca 2268 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Satu lagi finalis Indonesia Idol yanng lolos ke grand final adalah Ahmad Abdul. Abdul merupakan peserta yang telah mencapai umur maksimal untuk bisa ikut di ajang Indonesia Idol, 27 tahun.

Saat mencoba ikut audisi di Surabaya, menjadi peserta yang akan lolos ke grand final sama sekali tidak masuk target Abdul. Pria berdarah Kupang-Aceh itu mendaftar Indonesian Idol 2018 untuk menyalurkan bakat bernyanyi dan bermusiknya.

"Makanya, pas diumumkan itu kaget banget sekaligus bangga,’’ kata Abdul saat ditemui di sela latihan di MNC Studios Tower II, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Rasa suka anak pertama dari tiga bersaudara tersebut terhadap musik muncul sejak kecil. Maklum, keluarganya akrab dengan musik. Ayah dan saudaranya suka bermain musik. Saat masih duduk di bangku SD, dia sudah mendengarkan lagu-lagu Western.

Mulai yang slow seperti Michael Learns to Rock (MLTR) sampai yang seperti Pink Floyd. ’’Asyik banget kalau dengar band rock,’’ ujar Abdul dengan semangat. Kala senggang, Abdul hobi menyanyi dan belajar alat musik. Dia bisa main drum dan gitar, hasil belajar secara otodidak dengan keluarganya. Ketika remaja, Abdul sering datang ke studio musik untuk sekadar mendengarkan alunan nada atau berlatih bersama teman-temannya. Permainan gitarnya makin keren sehingga dia pede ikut festival musik dan kompetisi marching band.

Abdul pernah bergabung dalam band indie bergenre alternative rock, Nullify, sejak 2009. Mereka tampil di berbagai acara musik di Denpasar. Bahkan sempat merilis album indie bertajuk Chasing Reality pada 2013.

Sejak 2016, Abdul meninggalkan Nullify dan memilih berkarir solo. Dia bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan swasta di Denpasar. Saat itulah adik Abdul, Siti Fatin, menawarinya pekerjaan sebagai penyanyi kafe.

’’Waktu itu Fatin mau pergi ke Jakarta. Saya diminta menggantikan,’’ kenang Abdul. Pria kelahiran Kupang, 31 Mei 1990, itu mengambil tawaran menyanyi di kafe untuk mengisi waktu luang dan menambah penghasilan. ’’Pagi ngantor, malam nyanyi,’’ ucap dia.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI UNRI | Kuliner | Petuah Ramadhan | Ladies | Interaktif | Citizen Jurnalis |