MUI: Valentine’s Day Haram
Rabu, 14 Februari 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 702 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Valentine’s Day atau biasa disebut Hari Kasih Sayang masih banyak diperingati oleh anak-anak muda. Termasuk di Kota Pekanbaru.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru sendiri menegaskan kalau merayakan Valentine’s Day bagi muslim hukumnya haram. Pasalnya, selain kegiatan tersebut bukan dari ajaran Islam, momen tersebut juga sering disalahgunakan untuk melakukan tindakan mengumbar syahwat.

"Sangat tidak bermanfaat dan membawa mudharat," tegas Ketua MUI Kota Pekanbaru Prof Dr Ilyas Husti MA, kemarin.

Ilyas menjelaskan, dalam ajaran Islam, kasih sayang ditunjukkan dengan saling tolong-menolong, saling memberi dan menghormati. Dan itu dilakukan setiap waktu. "Berbeda dengan Valentine’s Day yang lebih banyak dira­yakan pasangan kekasih yang berujung kepada kegiatan berkasih-kasih dalam konotasi negatif," katanya.

Ia menambahkan, setiap tahun MUI selalu menge­luarkan imbauan larangan merayakan Valentine’s Day. Ia meminta para orangtua untuk memperhatikan anak-anaknya, terutama yang mulai menginjak remaja ataupun dewasa.

“Kami memberikan imbauan setiap tahunnya. Pertama, kepada para orangtua untuk menjaga anaknya supaya tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan agama. Kedua, kepada masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengumbar syahwat. Imbauan ini kami sampaikan melalui pengurus masjid dan juga melalui berbagai organisasi, hingga khatib dan penceramah untuk disampaikan saat khutbah ataupun ceramah agama,” ujarnya.

Seiring imbauan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru dan penegak hukum juga diimbau untuk menjaga tempat-tempat yang sangat mungkin dijadikan sebagai tempat bermaksiat. Apalagi hal ini sangat bertentangan dari visi Pekanbaru sebagai smart city madani.

“Kami ingatkan pada aparat untuk menjaga tempat-tempat hiburan agar tidak dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan terlarang. Selain itu kami juga mengingatkan kepada remaja dan anak-anak muda, bahwa berkasih sayang dalam Islam itu ditunjukkan dengan saling memberi dan menolong sesama. Bukan berkasih-kasih dan bercinta,” tambahnya.(luk)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |