Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Satelit Monitoring, Anggota DPR Lagi
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

SEGERA DIUMUMKAN KPK
Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Satelit Monitoring, Anggota DPR Lagi
Rabu, 14 Februari 2018 - 01:11 WIB > Dibaca 464 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dugaan korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi. Kabar terakhir bakal ada tersangka baru yang akan ditetapkan KPK. Tersangka itu disebut berasal dari kalangan anggota DPR RI yang berinisial FA.

"Terkait posisi seseorang sebagai tersangka atau proses penyidikan di KPK akan diumumkan secara resmi melalui konfrensi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menurut Febri, sebelumnya pria berinisial FA pernah diperiksa sebagai saksi dari kasus korupsi Bakamla. Oleh karena itu, peningkatan status terhadap yang bersangkutan sudah dinaikkan menjadi status penyidikan.

"Memang benar, ada proses pengembangan perkara yang kita lakukan dalam kasus Bakamla. Beberapa saksi termasuk yang bersangkutan (FA) sendiri pernah kita panggil dan kita undang datang ke KPK untuk dilakukan proses pemeriksaan," papar Febri.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya membenarkan status tersangka yang disandang seorang berinisial FA dalam kasus Bakamla. Bahkan, ada sejumlah anggota DPR disebut menerima suap terkait proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Mereka adalah politisi PDI Perjuangan Eva Sundari dan politisi Partai Golkar Fayakhun Andriadi. Selain itu, anggota Komisi XI Bertus Merlas.

Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1/2018). Saat itu, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Esa Fahmi Darmawansyah bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan, selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

Dalam persidangan, Fahmi mengaku pernah memberikan uang Rp24 miliar kepada staf khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.

Uang tersebut merupakan fee sebesar 6 persen, atas anggaran pengadaan satelit monitoring sebesar Rp400 miliar.  Menurut Fahmi, uang diserahkan di Hotel Ritz Carlton. Kemudian, uang itu diserahkan kepada sejumlah anggota DPR.(rdw)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |